Menu

Mode Gelap

BISNIS · 11 Jun 2020 15:38 WIB ·

Dihadapan Dewan, Perajin Gerabah Sumedang Curhat Kesulitan Modal dan Alat

REPORTER: FITRIYANI GUNAWAN | EDITOR: FITRIYANI GUNAWAN

Anggota DPRD Sumedang, Asep Kurnia dan Dudi Supardi saat melakukan kunjungan kerja ke perajin gerabah di Desa Sawahdadap, Kecamatan Cimanggung. Kamis, 11 Juni 2020.

IGUN GUNAWAN/SUMEDANGONLINE TINJAU LOKASI: Anggota DPRD Sumedang, Asep Kurnia dan Dudi Supardi saat melakukan kunjungan kerja ke perajin gerabah di Desa Sawahdadap, Kecamatan Cimanggung. Kamis, 11 Juni 2020.

SUMEDANG — Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) berimbas pada usaha gerabah yang ditekuni Camin warga Desa Sawahdadap, Kecamatan Cimanggung. Meski diakuinya untuk bahan baku memang banyak di pasaran namun saat akan melakukan pembelian mereka terkendala dengan transportasi.

“Selama covid ada pengaruh di pemasaran, sama kita mau beli bahan baku ngga bisa. Mudah-mudahan sekarang tokonya mulai buka sehingga dapat kembali normal,” ujar Camin pada SUMEDANG ONLINE di tempat usahanya. Kamis, 11 Juni 2020.

Pemilik Putra Pusaka Karya itu pun mengaku saat pandemi Covid ini mereka juga kesulitan dalam pemasaran produk apalagi saat adanya pembatasan sosial berskala besar. Padahal diakui Camin, omset dari pemasaran gerabah cukup besar mencapai Rp20 juta perbulan dengan wilayah pasar ke Kalimantan, Sulawesi, Aceh dan Bali.

“Pemasaran ke Kalimantan, Sulawesi, Aceh, Bali yang paling dekat itu ke Bogor dan Jakarta. Jumlah pemesanan tergantung jumlah yang pesan bisa sampai Rp5-10 juta. Barangnya macam-macam bisa berbentuk piring, guci ada berbentuk kendi. Harga satuannya juga tergantung besar kecilnya barang, jadi tidak sama,” jelasnya.

Baca Juga  Ini Lokasi Testing CPNS untuk Kabupaten Sumedang

Kendala lain yang dihadapinya yakni permasalahan modal dan peralatan. Padahal dia berasumsi jika ingin menambah produksi maka harus ada penambahan modal dan sarana prasarananya. “Kalau sekarang produksi masih berjalan. Cuman memang ada permasalahan di bidang permodalan, peralatan. Itu yang jadi masalah. Kalau bahan baku itdak ada masalah, soalnya kalau bahan baku banyak di pasaran,” jelas dia.

Anggota DPRD Sumedang, Asep Kurnia dan Dudi Supardi sempat melihat langsung usaha yang ditekuni Camin sejak Tahun 1982. Selain menyoroti masalah permodalan dan sarana prasarana, Asep Kurnia juga menyoroti masalah perizinan Putra Pusaka Karya yang sudah tidak aktif.

“Nanti kita akan bantu untuk masalah perizinan, yang penting aktif dulu. Kalau masalah lainnya seperti modal usaha dan lainnya nanti bisa sambil berjalan. Intinya di adaptasi kebiasaan baru ini kehidupan ekonomi warga terutama usaha kecil ini bisa berjalan,” ujar Asep Kurnia.

Baca Juga  Satu Meninggal, Angkot Rombongan Pengantin Tertimpa Pinus

Senada disampaikan Dudi Supardi. Dudi lebih menyoroti berkaitan masih minimnya sarana prasarana seperti pengaduk bahan baku yang masih dilakukan secara manual, padahal jika ada bantuan molen hal itu bisa mempercepat proses produksi.

“Saya kira pemerintah daerah harus turun ke sini untuk mengembangkan ini, disentralisasi. Kalau bisa jadi daerah, kampung gerabah. Insyaallah kalau dari segi produksi sudah sangat rapi, bagus tinggal finishingnya saja. Kami dari DPRD, nanti akan berkomunikasi dengan ITB bagaimana memfinishing produk ini agar dapat bersaing dengan produk luar. Sehingga harga bisa lebih naik,” tandasnya. *FITRIYANI GUNAWAN*

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 10 kali

Baca Lainnya

LSM GMBI Sumedang Gelar Capacity Building Digital Banking

30 Desember 2021 - 15:28 WIB

LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) menggelar kegiatan Capacity Building Digital Banking dalam Rangka Mendukung Gerakan Pemberdayaan Bidang UMKM, di Hotel Kencana Jaya Sumedang. Kamis, 30 Desember 2021.

Komunitas 67 UMKM Luncurkan Sumedang Larang Market Place

18 Desember 2021 - 16:40 WIB

Komunitas 67 UMKM bekerjasama dengan Keraton Sumedang Larang menggelar kegiatan acara Saremoni Sumedang Larang Market Place Sebagai Tonggak Digitalisasi Pasar bagi UMKM Sumedang

Wabup Sumedang Berharap Bumdes Tak Mematikan Usaha Masyarakat yang Sudah Ada

15 Desember 2021 - 18:49 WIB

Wakil Bupati Sumedang, H. Erwan Setiawan berharap keberadaan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) bisa menjadi salahsatu solusi untuk peningkatan perekonomian masyarakat.

Sertipikatkan Tanah Melalui Program Sertipikasi HAT Mandiri Lintas Sektor UMKM, Pemohon Mengaku Tak Persoalkan Biaya

31 Oktober 2021 - 15:29 WIB

Bupati Sumedang, H. Dony Ahmad Munir saat memberikan sambutan saat penyerahan 500 sertipikat tanah yang dibagikan pada para pelakum UMKM di Kabupaten Sumedang, di Gedung Negara, beberapa waktu lalu.

Sumedang Gelar UMKM Milenial Sumedang Naik Kelas

28 Oktober 2021 - 03:45 WIB

Pemerintah Kabupaten Sumedang bersama Yayasan Masyarakat Indonesia Emas dan Kementerian Koperasi UKM menggelar UMKM Milenial Sumedang Naik Kelas di Ruang Tampomas IPP Sumedang. Rabu, 27 Oktober 2021

Buka Festival Kopi Sumedang, Wabup: Bidik Ekspor ke Mancanegara

26 Oktober 2021 - 17:39 WIB

Wakil Bupati Sumedang, H. Erwan Setiawan berharap kopi Sumedang makin terkenal bahkan bisa ekspor ke Manca Negara. Hal itu dikatakan Erwan saat membuka Festival Sumedang ke-3 di Kawasan Induk Pusat Pemerintahan Setda Sumedang. Selasa, 26 Oktober 2021.
Trending di Pilihan Redaksi