Home / Nasional / Pilihan Redaksi

Jumat, 12 Juni 2020 - 17:46 WIB

Jabar Hadirkan Mobile Laboratorium BSL3 Bergerak, Pertama di Indonesia

Gubernur Jabar Ridwan Kamil dalam acara serah terima Laboratorium Mobile BSL3 di FK Unpad, Kota Bandung. Jumat, 12 Juni 2020.

RIZAL/HUMAS JABAR SERAH TERIMA: Gubernur Jabar Ridwan Kamil dalam acara serah terima Laboratorium Mobile BSL3 di FK Unpad, Kota Bandung. Jumat, 12 Juni 2020.


KOTA BANDUNG — Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengatakan, kehadiran Laboratorium Moblie Bio Safety Level 3 (BSL3) dari PT Bio Farma (Persero) kepada Universitas Padjadjaran (Unpad) diharapkan dapat merealisasikan target 300.000 tes COVID-19 di Jabar.

“Hadirnya mobil lab BSL3 ini memberikan harapan besar. Kita mengejar angka 300 ribu (pengetesan masif). Mudah-mudahan dengan mobil ini juga bisa bisa kita kejar targetnya,” kata Kang Emil –sapaan Ridwan Kamil– dalam acara serah terima Laboratorium Mobile BSL3 di FK Unpad, Kota Bandung. Jumat, 12 Juni 2020.

Pengetesan COVID-19 intens dilakukan Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar, baik rapid test maupun swab test (tes usap) dengan metode teknik reaksi rantai polimerase (polymerase chain reaction/PCR).

Baca Juga  Tandang ke Bekasi, Perses Sumedang Bawa 18 Pemain

Dalam pengetesan COVID-19 secara masif, Pemda Provinsi Jabar merujuk pola yang dilakukan Korea Selatan, yaitu mengetes 0,6 persen dari jumlah penduduknya atau 300.000 penduduk Jabar. Hingga kini, Pemda Provinsi Jabar sudah mengetes sekitar 200.000 warga. Rinciannya, 140 rapid test dan 60 tes usap.

Menurut Kang Emil, BSL3 bergerak pertama di Indonesia itu mampu mengetes 400 spesimen per hari. Selain itu, mobil lab ini menjadi bio safety level 3 pertama di Indonesia.

“Mobil ini mengambil tes di lokasi yang ditentukan dan diprosesnya di sini (mobil lab BSL3), sehingga pengumumannya bisa langsung diumumkan oleh manajemen dari mobil BSL3 ini,” katanya.

Baca Juga  Tiba di Bekasi Calon Jamaah Haji Sumedang Langsung Tes Kesehatan

“Dengan hadirnya mobil lab BSL3 ini testing ratio Jawa Barat akan meningkat pesat dan kami akan mengejar zona-zona merah, zona-zona hitam yang sekarang ada di level desa-desa manajemennya,” imbuhnya.

Kang Emil mengatakan, Pemda Provinsi Jabar berencana membuat mobil lab sejenis untuk menjangkau daerah di Jabar. Harga satu mobil lab tersebut, kata ia, berkisar Rp6-7 miliar.

“Komitmen Jawa Barat menjaga keterkendalian COVID-19. Dan kami ucapkan terimakasih kepada Bio Farma yang sudah berinisiatif dan berinovatif, kemudian juga terimakasih kepada Unpad yang nanti akan melaksanakan secara teknis,” ucapnya.

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

DAERAH

Eman Tewas Terhimpit Beko
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar Ridwan Kamil melakukan konferensi pers di Markas Kodam III/Siliwangi, Kota Bandung, Senin (13/7/2020).

Nasional

Protokol Idul Adha: Daging Diantar ke Rumah Penerima
Calon Jamaah Haji asal KBIH An-Nuur Sumedang, Jawa Barat, Indonesia saat berada di Makkah. FOTO DOKUMEN 2018.

Pilihan Redaksi

860 Calon Jamaah Haji Asal Sumedang Bakal Gagal Berangkat

Pilihan Redaksi

Dana Desa Percepat Pembangunan Infrastruktur

Nasional

Kerap banjir, warga Rancaekek minta pemerintah normalisasi sungai
Kepengurusan DPW Jabar Periode 2020-2025.

Pilihan Redaksi

DPD PKS Sumedang Sambut Baik Kader Terbaiknya Masuk Kepengurusan DPW Jabar

Pilihan Redaksi

Sssst, Ade Pertimbangkan Akan Gugat Eka

Pilihan Redaksi

Bantuan Tahap II Mulai Dicairkan, 200 KK di Jatihurip Masih Tunggu Bantuan Tahap I