Home / Nasional / Pilihan Redaksi

Jumat, 12 Juni 2020 - 19:53 WIB

PSBB Jabar Dilanjutkan 26 Juni dan 2 Juli 2020 untuk Wilayah Bodebek

 Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar Ridwan Kamil dalam jumpa pers di Gedung Pakuan, Kota Bandung. Jumat, 12 Juni 2020.

RIZAL/HUMAS JABAR PSBB DILANJUTKAN: Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar Ridwan Kamil dalam jumpa pers di Gedung Pakuan, Kota Bandung. Jumat, 12 Juni 2020.


KOTA BANDUNG — Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengatakan, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara proposional dilanjutkan hingga 26 Juni 2020 untuk daerah di luar kawasan Bodebek (Bogor-Depok-Bekasi).

“Khusus untuk Bodebek, karena dari awal sudah diinstruksikan agar satu frekuensi dengan DKI Jakarta, maka PSBB proporsional di Bodebek disamakan dengan jadwal Jakarta, yaitu 2 Juli 2020,” kata Kang Emil –sapaan Ridwan Kamil– dalam jumpa pers di Gedung Pakuan, Kota Bandung. Jumat, 12 Juni 2020.

Kang Emil melaporkan, angka reproduksi (Rt) COVID-19 di Jabar terbilang terkendali karena konsisten berada di bawah 1, meski dinamis. Sempat berada di angka 0,68 dan 0,72, saat ini Rt Jabar berada di angka 0,82. Maka itu, ia meminta kepala daerah di Jabar untuk mengetatkan pengawasan.

Baca Juga  Kama Egu Sumedang Berupaya Ciptakan Generasi Milenial Yang Berjiwa Enterpreuneur

“Ada kenaikan (Rt) tren dalam dua minggu, walaupun dalam kategori terkendali tapi angka reproduksinya naik pelan-pelan,” ucapnya. “Walaupun masih dalam rentang kendali di bawah 1, saya sampaikan ini sudah lampu kuning,” imbuhnya.

Selain itu, kata Kang Emil, rata-rata penambahan kasus positif COVID-19 dalam kurun dua pekan terakhir berada di angka 25 kasus. Lonjakan kasus positif COVID-19 di Jabar dominan berada di kawasan Bodebek dan Bandung Raya.

“Sempat 9, sempat 12, sempat 20, sempat 50, tapi kalau dirata-rata di Jabar untuk penduduk 50 juta masih kategori yang terkendali. Rata-rata kasus kurang lebih di angka 25 kasus,” ucapnya.

“Maka, kepala daerah di Bodebek dan Bandung Raya harus waspada karena kepadatan manusia berbanding lurus dengan hadirnya COVID-19. Sementara di luar Bodebek dan Bandung Raya, relatif sedikit,” tambahnya.

Baca Juga  Wow Partai Nasdem Akan Memberikan Honor dan Asuransi ke Saksi TPS di PILEG 2019

Menurut Kang Emil, indeks kasus terkonfirmasi Jabar sebesar 51. Artinya, setiap 1 juta populasi penduduk Jabar terkonfirmasi terdapat kurang lebih 51 kasus positif COVID-19.

“Presentase jumlah kasus terhadap populasi, kami berada diurutan 26 dari 34 provinsi. Kemudian tingkat kesembuhan kita 5 kali lipat, atau 5 kali lebih banyak dari pasien meninggal, yang sudah seminggu nol,” katanya.

“Di Jabar juga lebih banyak yang OTG, daripada yang dirawatnya. Beban rumah sakit sudah turun ke 29 persen. Jadi, para dokter dan tenaga kesehatan di Jabar sudah lebih leluasa. Saya ucapkan terimakasih atas kerja kerasnya,” imbuhnya.

Selanjutnya : Kota/Kabupaten yang masuk zona kuning

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

Pilihan Redaksi

Bupati Sumedang Serahkan Akta Kelahiran di RSU Sumedang
Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum saat menutup Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXXVI Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2020 di Aula Setda Pemerintah Kabupaten Subang, Kamis (10/9/20) malam.

Pilihan Redaksi

Wagub Tutup Gelaran MTQ ke-XXXVI Tingkat Jabar Tahun 2020

Pilihan Redaksi

Anak Ini Diduga Hilang Saat Ngejar Layangan Putus

Nasional

Presiden Cek Realisasi Kenaikan Tunjangan Kinerja Babinsa

OLAHRAGA

Motor Trail Adventure bangkitkan semangat pemuda Sumedang

Pilihan Redaksi

Caleg Petahana Bakal Banyak yang Tumbang

KESEHATAN

10 Orang Keracunan Kopi Cleng dan Jantan, Dinkes: Masyarakat Harus Jeli

Pilihan Redaksi

Eni Optimistis Dony-Erwan Bisa Majukan Sumedang