Home / PENDIDIKAN / Pilihan Redaksi

Kamis, 9 Juli 2020 - 19:24 WIB

Dari 311 Pendaftar ke SMAN 1 Sumedang, 227 Siswa Dinyatakan Lulus

Mohamad Gofur Rohim selaku Penanggung Jawab Teknis PPDB SMA Negeri 1 Sumedang saat meberikan keterangan pada SUMEDANGONLINE di ruang kerjanya. Kamis, 9 Juli 2020.

IWAN RAHMAT/SUMEDANGONLINE DAFTAR ULANG: Mohamad Gofur Rohim selaku Penanggung Jawab Teknis PPDB SMA Negeri 1 Sumedang saat meberikan keterangan pada SUMEDANGONLINE di ruang kerjanya. Kamis, 9 Juli 2020.


SUMEDANG, SO — Sebanyak 227 dari 311 pendaftar ke SMA Negeri 1 Sumedang lulus melalui jalur zonasi dan Anak Berkebutuhan Khusus (AKB) pada Penerimaan Peserta Dididik Baru (PPDB) tahap 2 di SMA Negeri 1 Sumedang.

“Ya untuk PPDB tahap dua ini kan hanya ada dua jalur, Satu jalur zonasi dan ABK (Anak Berkebutuhan Khusus). Dan Alhamdulillah kemarin tanggal 8 Juli 2020 sudah dibuka hasil seleksi, untuk SMAN 1 Sumedang sendiri dari total pendaftar 311 yang dibutuhkan kuota untuk tahap ke-dua ini hanya 227. Alhamdulillah sudah diumumkan kemarin, dan kita juga sudah ngasih petunjuk kepada operotor pihak SMP ketika si Anak sudah muncul dan diterima di SMAN 1 pada jam 14.00 langsung ke SMAN 1 ngambil surat kelulusan,” ujar Mohamad Gofur Rohim selaku Penanggung Jawab Teknis PPDB SMA Negeri 1 Sumedang pada SUMEDANGONLINE di ruang kerjanya. Kamis, 9 Juli 2020.

Baca Juga  Pukul 11.30 Jalur Bandung-Garut kembali lancar

Lanjut dia, setelah dipastikan siswa tersebut lolos ke SMA Negeri 1 Sumedang selanjutnya siswa harus mengikuti tahapan-tahapan berikutnya yakni melakukan pendafttaran online untuk melengkapi data diri yang kurang lengka di web Jabar.

“Kemudian untuk daftar ulang tatap mukanya, kita jadwal menjadi dua hari dan setiap hari dua sesi. Pagi hanya 57 orang habis dluhur 57 orang. Untuk menghindari kerumunan, sesuai dengan kondisi sekarang yang tidak boleh terlalu banyak penumpukkan masa, jadi kita membuat empat sesi di dua hari itu,” jelas dia.

Diakui dia, untuk tahap dua ini hanya mengandalkan jarak atau zonasi. Sehingga pihaknya kesulitan untuk mendeteksi jarak riil antara rumah peserta didik baru dengan sekolah, dimana pintu pendaftaran berada di pihak SMP atau MTS, atau mungkin ada yang online mandiri sama anaknya masing-masing.

Baca Juga  650 TNI Dilepas Latihan Pembentukan Batalyon Raider

“Yang menginput koordinat rumah itu kan mereka, bukan pihak SMAN 1. Kemarin juga sempat ada komplain-komplain dari masyarakat yang memang anaknya tidak masuk ke sini. Salahsatunya kok kenapa ada anak yang rumahnya lebih jauh dari dia, tapi keterima di jalur zonasi. Ya kita jawab normatif saja, berhubung pendaftaran berada di tangan SMP/MTS juga mandiri oleh siswa yang bersangkutan, jadi kita tidak bisa mengecek yang jarak tadi. Peluang kecurangan sangat besar, dimana menginput bisa saja didekatkan oleh pihak pendaftar,” demikian Mohamad Gofur Rohim. ***

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

PENDIDIKAN

MenPANRB: IPDN sebagai agen perubahan

Pilihan Redaksi

Pertemuan OTD Jatigede dan Satker, Jam 14.00 siang ini

KABAR HAJI

Tiba di Bekasi Calon Jamaah Haji Sumedang Langsung Tes Kesehatan

KABAR HAJI

Dari Makkah, KBIH An-Nuur Doakan Korban Gempa NTB

Pilihan Redaksi

Lurah Cipameungpeuk Sumedang Ajak Warganya Hidup Bersih dan Sehat

Nasional

Inilah Syarat Penerimaan CPNS 2018 Untuk Lulusan Terbaik dan Diaspora
Bupati Sumedang, Wakil Bupati Sumedang, Sekda serta tim panitia seleksi tengah mewawancara calon direksi Perumda Tirta Medal di Gedung Negara Sumedang, Kamis (22/10).

Pilihan Redaksi

Empat Calon Direksi Perumda Tirta Medal Masuk Tes Wawancara, Bupati: Air ‘Ngocor’ 24 Jam
Petugas gabungan yang terdiri dari TNI/Polri, Satpol PP Sumedang dan Diskoperindag Sumedang. Menyisir pasar dan toko di Sumedang Kota berkaitan dengan pemberlakuan jam operasional di Pusat Perbelanjaan di Kota Sumedang. Kamis 30 April 2020.

Pilihan Redaksi

Satpol PP Minta 250 Kios di Pasar Sandang Sumedang Tutup