Tim II yang dipimpin oleh Wakil Bupati Sumedang Erwan Setiawan kali ini, Rabu (1/7/2020) mendatangi Kecamatan Buahdua dan Conggeang setelah sehari sebelumnya ke Cimalaka dan Paseh.

istimewa/humas setda sumedang/SUMEDANG ONLINE

Tim II yang dipimpin oleh Wakil Bupati Sumedang Erwan Setiawan kali ini, Rabu (1/7/2020) mendatangi Kecamatan Buahdua dan Conggeang setelah sehari sebelumnya ke Cimalaka dan Paseh.

Evaluasi Sakip, Wabup Datangi Kecamatan Buahdua dan Conggeang

SUMEDANG, SO — Memasuki pekan kedua pelaksanaan Akselerasi Evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP). Tim II yang dipimpin oleh Wakil Bupati Sumedang Erwan Setiawan kali ini, Rabu (1/7/2020) mendatangi Kecamatan Buahdua dan Conggeang setelah sehari sebelumnya ke Cimalaka dan Paseh.

Dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Erwan Setiawan yang didampingi Asisten Administrasi Setda Nasam melakukan pemetaan terhadap perkembangan pelaksanaan akuntabilitas kerja dan memberikan masukan guna perbaikan dan percepatan reformasi birokrasi serta akuntabilitas kinerja.

Wabup Erwan mengatakan, berdasarkan hasil Evaluasi SAKIP 2018 di tiap kecamatan realisasinya masih jauh dari target kinerja yang telah diperjanjikan. Ia pun memaklumi kondisi tersebut dan memang sudah diprediksi dari sejak awal.

“Yang tertinggi saja yakni Kecamatan Cimanggung hanya 52. Kedua Paseh hanya 51. Kemarin  Cimalaka 50. Hari ini di Buahdua hanya 42 begitu juga Conggeang 30. Ini kita maklumi karena baik  kecamatan maupun desa masih banyak yang belum tahu apa itu SAKIP dan bagaimana caranya mereka meningkatkan SAKIP,” tuturnya.

Oleh karena itu, Wabup berharap melalui kegiatan Akselerasi Evaluasi SAKIP tersebut dapat memberikan masukan aspek mana yang harus diprioritaskan.

Dikatakannya, dari semua aspek, perencanaan kinerja memiliki bobot nilai tertinggi yaitu 30 % dan sangat berpengaruh terhadap aspek lainnya.

“Segala sesuatu berangkat dari perencanaan, maka setiap datang ke SKPD maupun kecamatan saya sampaikan, tolong perencanaan kinerja ini minimal 90 % maka yang lainnya akan mengikuti. Target kita A. Bahkan kalau kita fokus, AA  bisa tercapai. Segala sesuatu bergantung dari kualitas niat, perhatian, perencanaan dan juga fokus kita terhadap pekerjaan,” jelas Wabup.

Dikatakan Wabup, selain perencanaan, indikator lain yang harus diperhatikan dalam meningkatkan SAKIP yaitu indikator kinerja individu (IKI). Menurutnya, IKI secara otomatis akan berimbas terhadap kinerja instansi dimana mereka bekerja.

“Pahami Indikator Kinerja Individu atau IKI. Kalau IKI sudah meningkat, otomatis berimbas kepada instansi dimana ia bekerja. Kecamatan Conggeang dan Buahdua akan meningkat kalau kualitas individunya meningkat. Begitu juga di desa-desa,” tuturnya.

Hal lain yang harus diperhatikan diantaranya adalah anggaran harus berbasis kinerja serta membuat skala prioritas pekerjaan.

“Tentukan kegiatannya seperti apa. Baru akan keluar anggarannya seperti apa.  Selaraskan dan sesuaikan dengan targetnya,” ucapnya.

Terakhir, lanjut Wabup, adalah review dan evaluasi secara berkala baik per tiga bulan maupun per semester.

“Jangan sampai mengandalkan evaluasi di akhir saja sehingga terlambat  mengetahui kekurangannya selama ini,” ucapnya.

Kembali Wabup pun mengingatkan akan pentingnya perencanaan yang matang. “Sekarang dari awal perencanaan harus benar-benar baik. Baru setelah itu kita kerjakan sesuai dengan target,” imbuhnya. ***