Home / SUMEDANG

Rabu, 8 Juli 2020 - 19:49 WIB

Keluarga Penerima Manfaat Bantuan di Sumedang Bakal Dipasang Stiker

Kasie Bina Tata Usaha Keuangan Desa pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Sumedang Siti Andjarini S.sos

IWAN RAHMAT/SUMEDANGONLINE BERI KETERANGAN: Kasie Bina Tata Usaha Keuangan Desa pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Sumedang Siti Andjarini S.sos


SUMEDANG, SO — Kasie Bina Tata Usaha Keuangan Desa pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Sumedang Siti Andjarini S.sos mengatakan pihaknya akan memasang stiker pada Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Mereka yang mendapat bantuan dari Dana Desa, Kemensos, Provinsi dan Bantuan dari Kabupaten, termasuk juga data DTKS dan non-DTKS.

”Mulai minggu ini, sudah diberikan ke kecamatan atau desa yang sudah memberikan data kepada Dinas PMD. Data jumlah KPM baik dari dana desa, kemensos, provinsi, dari bantuan kabupaten. Setelah mereka mengirimkan data baik mereka yang masuk ke data DTKS maupun yang non-DTKS di KPM nya,” ujar Siti pada SUMEDANGONLINE. Selasa, 8 Juli 2020.

Pemberian sticker tersebut sebagai upaya untuk menghindari penerima bantuan secara ganda. Selaian stiker yang nanti diperuntukkan untuk mereka yang menerima bantuan sosial selama Covid, mereka juga akan menempel stiker pilok yang permanen.

“Kenapa pake pilok karna keterbatasan stiker jadi ada yang di tempel stiker ada yang pake pilok. Kalau stiker dibuka sih belum ada sanksinya. Kalau stiker ini haya menandakan saja menerima bantuan. Sosial stiker ini berlaku hanya saat batuan sosial covid saja, tapi tidak tahu kalau nanti ada kebijakan lagi dilepas atau engganya kan belum ada kebijakan baru. Ini sementara selama bantuan covid berlangsung,” tambahnya.

Baca Juga  Tebing Setinggi 10 Meter di Cisalak Alami Longsor

Lanjut dia, penerima KPM dari data DTKS dijumlahkan khusus mereka akan mendapatkan setiker dengan tulisan pilok. “Ini yang membedakan yang rumah tangga miskin khusus diperuntukan KPM yang masuk data DTKS. Di data DTKS itu, artinya di situ mereka menerima bantuan PKH dan juga menerima BPNT, tapi untuk yang menerima khusus PKM tidak dikasih. Ini di luar PKH yang PKH terpisah karena yang menerima PKH sama BPNT, ada yang menerima PKH saja ada yang menerima BPNT saja. Nah itu tidak masuk yang menerima stiker ini. Karena mereka sudah mendapatkan stiker khusus jadi khusus KPM yang masuk data di DTKS yang menerima selain pkh gitu,” jelasnya.

Baca Juga  Polres Sumedang Tetapkan Tiga Pelaku Pengguntingan Bendera Sebagai Tersangka

Selain itu dia juga menyebutkan jika Pemerintah melalui Kemensos, akan menambah pemberian bantuan selama tiga bulan ke depan

“Tapi dananya beda beda, untuk kelurahan engga. Ini khusus desa 270 desa, ini pengadaanya juga dari bagian ekonomi Setda semua. Harus bisa tersalurkan yang khusus dana desa aja 28.375.00 penerima BLT Dana Desa se Kabupaten Sumedang tapi yang bulan ke satu kemarin. Ya harapanya, ya ini mah di luar stiker jadi diupayakan di tingkat desa itu sudah tidak ada lagi KPM yang menerima doubel dan kita juga sudah mengajurkan ke desa untuk membuat surat pernyataan yang nanti siap di tandatngani oleh kpm nya. Apabila kpm itu menerima dobel siap mengembalikan,” pungkas dia. ***

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

Pemerintah Desa Serang, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, bekerjasama dengan alumni IPB membuat bilik sterilisasi menggunakan antiseptik sanitizer.

Pilihan Redaksi

Cegah Penyebaran Covid 19, Desa Serang Buat Bilik Sterilisasi

Pilihan Redaksi

Dua Orang Meninggal Terseret Longsor, Begini Kronologisnya

Pilihan Redaksi

Wow Tomo-Nyalindung Tembus Satu Jam

Pilihan Redaksi

Perkuat Silaturahmi, XTC Tanjungsari Lakukan Halal Bihalal

Pilihan Redaksi

Pandemik Corona, Camat Cimalaka Sumedang Bentuk Satgas

Pilihan Redaksi

Niat Mandikan Kuda, Tatang Tewas Tenggelam di Cipelang

Pilihan Redaksi

Tatang Jadi Ketua RW Terpilih Dusun Kareumbi
H. Nuryadin selaku kepela bidang Pemerintahan Desa pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Sumedang

Pilihan Redaksi

Kabid Pemdes Sumedang Sebut Petahana Nyalon Lagi pada Pilkades Serentak 2021 Hanya Perlu Cuti