Home / Pilihan Redaksi / SUMEDANG

Rabu, 26 Agustus 2020 - 16:05 WIB

Ada di Tanah Kas Desa Rumah Mak Anah Tak Tersentuh Rutilahu

Beberapa bagian rumah Mak Anah di Dusun Cempaka Putih RT 03 RW 06 Desa Cigendel, Kecamatan Pamulihan terlihat dalam kondisi rusak.

IWAN RAHMAT/SO RUMAH RUSAK: Beberapa bagian rumah Mak Anah di Dusun Cempaka Putih RT 03 RW 06 Desa Cigendel, Kecamatan Pamulihan terlihat dalam kondisi rusak.


SUMEDANG, SO — Sempat viral di sosial media rumah seorang nenek tua renta di Dusun Cempaka Putih RT 03 RW 06 Desa Cigendel, Kecamatan Pamulihan rumahnya tidak layak huni. Postingan kali pertama ditulis pemilik akun Fakhira Kamil, kemudian diteruskan oleh pemilik akun lainnya.

Saat dikunjungi SUMEDANGONLINE, rumah tersebut memang dalam kondisi rusak. Bahkan beberapa bagian sudah dalam keadaan lapuk. Mak Anah, 80 tahun, dikatakan anaknya Ani, 51 tahun, sempat mengalami sakit selama hampir dua minggu.

“Alhamdulillah sekarang sudah mulai sehat. Biasa penyakit sudah tua. Penyakit darah tinggi, belum ke dokter sudah dua minggu lalu. Ada BPJS, namun dia nggak mau,” ungkap Ani.

Dikatakan dia, memang pihaknya sangat berharap rumah Mak Anah dapat diperbaiki karena memang tidak layak untuk dihuni. “Inginnya sih segera diperbaiki, karena seperti ini buktinya. Butut. Menginginkan adanya bantuan,” ungkapnya.

Baca Juga  Polres Sumedang, Rutin Menggelar Pengajian dan Doa Bersama

Meski demikian dikatakan Ani, Mak Anah mendapa bantan sebesar Rp 300 ribu.

Mulyana selaku Kepala Desa Cigendel, tak menampik jika ada rumah warganya yang tak layak huni. Selama dua tahun menjabat sebagai kepala desa, dia mengaku belum ada realisasi untuk ke perbaikan rutilahu termasuk tambah daya listrik.

“Hasil saya menanyakan ke Bapak RW yang namanya Bu Anah tersebut beberapa bulan lalu sudah melaksanakan buka waris, seolah dia mampu. Dia menumpang dianaknya yang rumahnya yang tinggal di atas tanah kas desa. Makanya saya tidak bisa mengajukan rutilahu karena yang namanya rumah warga seandainya mau ada bantuan rutilahu bersyarat SPPT. Makanya secara anggaran Dana Desa tidak bisa menganggarkan untuk rutilahu yang letaknya di tanah kas desa,” ungkap Mulayan.

Baca Juga  Coklit Serentak: Hanif Dakhiri, Santri Zaman Now?

Kecuali sebut dia, jika ada gotongroyong yang dilakukan oleh warga setempat. “Dan kami secara pribadi bukan pemerintah desanya yang membantunya,” sebutnya.

Lebih lanjut Kades juga menyebutkan jika yang memviralkan itu bukan asli warga Cigendel, hingga pihaknya merasa adanya pencemaran nama baik. “Makanya subuh subuh langsung ke sana, Ma Anah nya lagi sakit. Langsung saya kontak teman teman. Langsung di medsos muncul. Baznas muncul, BPBD turun, saya langsung ke sana. Pas kebetulan di sana ada yang namanya Neng Demplon itu, saya dikasih obrolan dia minta maaf. Kata saya memiralkan di Desa Cigendel ada ratusan, mana mungkin saya bisa membangun semua yang tidak layak,” pungkas dia. ***

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

Pilihan Redaksi

Lebaran, Penjual Kembang Dadakan Dapat Untung

Nasional

MEA, tuntut tenaga kerja profesional

Nasional

Catatan Laka Selama Operasi Ketupat Lodaya Menurun

Pilihan Redaksi

Dokumentasi Rekap Pemilu Digondol Maling
Bupati Sumedang dan Kepala Bidang P2P pada Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang, dr. Reny K. Anton, saat meninjau pelaksanaan vaksinasi yang diselenggarakan Aliansi Penyelenggaraan Pernikahan Sumedang (APPS). Senin, 19 Juli 2021.

Pilihan Redaksi

Dinkes Sumedang Sebut Vaksinasi untuk Pelajar Sudah Dimulai

Pilihan Redaksi

Ini Alasan Konkerkab PGRI Sumedang di Pangandaran

Pilihan Redaksi

Polres Sumedang Gelar HUT ke-72 Bhayangkara di Yonif 301/PKS
Direktur PT. Sagara Purmama, Iwa Wahyudin,

Pilihan Redaksi

Sempat Diprotes, PT Sagara Kembali Beroperasi dari Kosmetik ke Produk Penanganan Covid 19