Menu

Mode Gelap

SUMEDANG · 23 Okt 2020 23:20 WIB ·

F-PKS Pertanyakan Raperda Kampung Makmur dan Kawasan Perkotaan Jatinangor

Reporter: IWAN RAHMAT | Editor: Usep Adiwihanda


 Anggota Fraksi PKS DPRD Sumedang, Drg Rahmat Juliadi dalam rapat paripurna penyampaian Raperda di ruang Paripurna DPRD Sumedang, Jumat (23/10). Perbesar

IWAN RAHMAT/SUMEDANGONLINE/SUMEDANG ONLINE
Anggota Fraksi PKS DPRD Sumedang, Drg Rahmat Juliadi dalam rapat paripurna penyampaian Raperda di ruang Paripurna DPRD Sumedang, Jumat (23/10).

KOTA, SUMEDANGONLINE — Anggota Fraksi PKS DPRD Sumedang, Drg Rahmat Juliadi mempertanyakan dua pembahasan rancangan peraturan daerah (Raperda) APBD Tahun Anggaran 2021, yang diusulkan Bupati Sumedang dalam Rapat Paripurna DPRD Sumedang, Jumat 23 Oktober 2020.

Salahsatunya, terkait Raperda Kampung Makmur serta penyertaan modal secara subtansial yang sangat penting dan strategis. Menurutnya, pembahasan permasalahan yang dilakukan itu, hanya sedikit.

“Hanya beberapa beberapa pasal saja dan sedikit perubahan yang disesuaikan dengan peraturan perundangan yang baru. Saya rasa itu takan lama pembahasannya,” katanya.

Kemudian, Rahmat mempertanyakan RDTR kota. Menurutnya, hal itu sangat berat sekali, karena hasil kajian para konsultan yang cukup tebal.

“Menurut saya kalau boleh usul, karena di pansus satu itu tidak terlalu banyak substansi yang dibahas dan supaya selesai pada waktunya. Bisa ditarik ke pansus satu, karena dua-duanya kan perubahan,” tuturnya.

Raperda tentang Kawasan Jatinangor, kata dia, belum ada yang membahas. Dan seperti yang diketahuinya, surat yang disampaikan bupati itu, ada enam Raperda. Dan dari lima Raperda itu, ada satu Raperda yakni terkait Kawasan Perkotaan Jatinangor. Hal itu juga sudah dibahas dengan semua stakeholder dan secara subtansi sangat siap untuk dibahas.

“Kita tahu semua di Jatinangor sangat semerawut pembangunan pembangunan apartemen pengbilan air tanah belum lagi permasalahan turunan yakni Banjir di Kecamatan Jatinangor dan Cimanggung,” sebutnya.

Selanjutnya kata Rahmat, dan itu harus ada regulasi guna mengaturnuya, dengan harapan bahwa Raperda tentang Kawasan Perkotaan Jatinangor dibahas sekarang.

“Karena selain Urgensi ini jadi beban Bapem Perda, namun pihaknya memahami bagi yang lainya apabila harus bahas yang lain,” tukasnya. (**)

Artikel ini telah dibaca 4 kali

Baca Lainnya

Melalui Program SAMAWANA, Pj. Bupati Sumedang Sumbang Bibit Ayam Ternak

22 Juni 2024 - 03:43 WIB

Yudia Ramli selaku Pj. Bupati Sumedang menyerahkan langsung bibit ayam ternak tersebut saat saat melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Cimalaka. Jum'at (21/6/2024).

Pj Bupati Sumedang Puji Program SAMAWANA, Berharap Dapat Diikuti Kecamatan Lainnya

21 Juni 2024 - 20:26 WIB

Pj Bupati Sumedang Yudia Ramli saat meninjau pengelolaan perkebunan pisang di Desa Cibeureum Kulon, Kecamatan Cimalaka dalam program Sehari Bersama Warga nu Nyata Mangpaatna (SAMAWANA). Jumat (21/6/2024).

Peringatan 2 Tahun SCC, Diisi Pasar Seni Ekonomi Kreatif Sumedang 2024

21 Juni 2024 - 15:21 WIB

Penjabat Bupati Sumedang, Yudia Ramli, hadir dalam perayaan Hari Ulang Tahun ke-2 Gedung Sumedang Creative Center (SCC). Kamis, 20 Juni 2024.

Pj Bupati Sumedang, Apresiasi Kinerja Satpol PP, Satlinmas dan Damkar

20 Juni 2024 - 16:24 WIB

Seremonial Pemusnahan Rokok Ilegal dan Minuman mengandung ethil Alkohol di Lapang Upacara Pusat Pemerintahan Sumedang. Kamis, 20 Juni 2024.

Peringatan HUT SatpolPP di Sumedang, Rokok Ilegal dan Miras Dimusnahkan Kerugian Negara Tembus Rp12 M

20 Juni 2024 - 16:09 WIB

Seremonial Pemusnahan Rokok Ilegal dan Minuman mengandung ethil Alkohol di Lapang Upacara Pusat Pemerintahan Sumedang. Kamis, 20 Juni 2024.

Kemasan Daging Kurban di Sumedang Pakai Bongsang Tahu

18 Juni 2024 - 22:44 WIB

Bongsang Tahu jadi alat kemasan Daging Kurban di Masjid Agung Sumedang.
Trending di SUMEDANG