Home / BISNIS

Selasa, 3 November 2020 - 01:53 WIB

Bansos Provinsi Jabar Tahap III Gerakkan Ekonomi Masyarakat

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meresmikan pengoperasian Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) PT PLN (Persero) yang berlokasi di Area Parkir Timur Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (2/11/20).

PIPIN/HUMAS JABAR RESMIKAN: Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meresmikan pengoperasian Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) PT PLN (Persero) yang berlokasi di Area Parkir Timur Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (2/11/20).


KOTA BANDUNG — Pelibatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pekerja lokal, dan pesantren, dalam pengadaan dan pengemasan bantuan sosial (bansos) Provinsi Jawa Barat (Jabar) tahap III mampu menggerakkan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jabar Mohamad Arifin Soedjayana mengatakan, pelibatan banyak pihak dalam pengadaan bansos Jabar tahap III menghadirkan multiplier effect. Salah satunya meningkatkan daya beli masyarakat.

Bansos Jabar tahap III berupa bantuan tunai dan nontunai senilai Rp350 ribu. Rinciannya, bantuan tunai sebesar Rp100 ribu, 5 kg beras kualitas premium, 1 kg gula pasir, 1 liter minyak goreng, 1 paket sarden, 1 paket kornet, 500 gram garam, 1 paket vitamin C, 5 buah susu kemasan kotak 200 ml, 4 buah masker, dan 1 buah tas.

“Bansos Jabar tahap III dapat membantu menggerakkan roda ekonomi lokal dan salah satu bentuk upaya pemulihan ekonomi. Tujuh dari 10 komoditi paket nontunai bansos sebagian besar berasal dan produksi Jabar sehingga membantu tenaga kerja dan pelaku usaha Jabar,” kata Arifin.

Baca Juga  Maudy Ayunda dan Tulus, Ramaikan Product Ambassador dan Selfie Icon Vivo Smartphone

“Yang tunai bisa dibelanjakan untuk kebutuhan sehari-hari, dan turut membantu warung dan pedagang di sekitar masyarakat,” imbuhnya.

Arifin mengatakan, dalam pengadaan beras, pihaknya melibatkan Pesantren Nurul Iman dengan menyerap hasil produksi paling sedikit 100 ton. Selain itu, hasil panen petani beras Jabar ditampung, serta melibatkan sekitar 20 penggilingan beras di Jabar.

Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jawa Barat (Jabar) menggandeng peternak sapi perah untuk menyediakan komoditi susu UHT. Ada sekitar 17.500 peternak sapi perah terlibat dalam penyediaan komoditas susu dalam bansos provinsi tahap III.

“Untuk komoditi gula, kami menyerap hasil panen petani tebu di Subang dan Majalengka, paling sedikit sebanyak 200 ton,” ucapnya.

“Pun demikian dengan pengadaan komoditi garam. Kami menyerap paling sedikit 400 ton hasil panen petani garam di Cirebon. Termasuk pengadaan masker dan tas dengan memberdayakan UMKM di Jabar,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Agro Jabar selaku pengelola komoditi bansos Jabar tahap III, Kurnia Fajar, mengatakan, pengadaan sarden dan kornet sedikit berbeda karena kedua komoditi tersebut diproduksi di luar Jabar.

Baca Juga  HPN Sumedang Ditribusikan Gerobak Jualan

“Pelibatan dalam komoditi kornet dan sarden hanya sekitar 15 perusahaan. Salah satunya APPSI yang memiliki anggota sekitar 500 ribu. Sedangkan vitamin C karena berbentuk tablet, pengadaannya melalui farmasi TNI AD yang berada di Jabar,” kata Kurnia.

“Meski melibatkan banyak pihak di Jabar, tapi kami menerapkan standar, yakni tepat jumlah, tepat waktu, dan tepat mutu. Jadi, mutunya harus SNI, izin beredar BPOM, dan halal dari MUI,” imbuhnya.

Kurnia menjelaskan, dalam proses pengemasan bansos Jabar tahap III, pihaknya menyerap sekitar 1.400 tenaga kerja harian di sekitar lokasi gudang milik PT Agro Jabar.

PT Agro Jabar sendiri menggunakan tujuh gudang dalam mengelola paket bansos Jabar tahap III. Ketujuh gudang itu berada di Bandung, Cirebon, Karawang, Garut, Tasikmalaya, Bogor, dan Cianjur.

“Program bansos ini harus dapat menggerakkan ekonomi masyarakat. Dari pada bermitra dengan perusahaan-perusahaan besar, kami memilih melibatkan banyak pelaku usaha dan UMKM di Jabar,” katanya. ***

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

BISNIS

Pasar Rakyat Tanjungsari, Dongkrak Potensi UMKM
Petani tembakau Iip rustandi warga Dusun Babakan Limus RT 02 RW 11 Desa Cihanjuang

BISNIS

Imbas Pandemi Covid-19 Dirasakan Petani Tembakau Sumedang
Wakil Bupati Sumedang, Erwan Setiawan saat mengunjungi pelaku perajin yang ada di Desa Cibunar Kecamatan Rancakalong, Kabupaten Sumedang. Selasa, 8 September 2020.

BISNIS

Curhat ke Wabup Sumedang, UMKM Cibunar Terkendala Produksi dan Pemasaran

BISNIS

Gendar kabuyutan bisa dipesan via tokopedia

BISNIS

Sumedang Masuk dalam 20 Daerah Ujicoba SDC

BISNIS

Sebelum Wabah Corona, Disnakertrans Sumedang Telah Awasi TKA

BISNIS

Bikin Bahagia Seekor Domba Lahirkan 6 Ekor Anak
Sebanyak 64 peserta Pelatihan Refocusing Tanggap Covid 19 Bidang Cooking dan Pembuatan Handsanitizer Balai Latihan Kerja Lembang Angkatan V menghadiri penutupan pelatihan yang sebelumnya dilaksanakan selama 10 hari. Acara penutupan tersebut berlangsung di Gedung Negara Kabupaten Sumedang. Kamis (9/07/2020).

BISNIS

64 Peserta Pelatihan di Kabupaten Sumedang Dilatih Membuat Handsanitizer