Home / BISNIS / Pilihan Redaksi

Rabu, 9 Desember 2020 - 12:35 WIB

Gubernur Jabar Lepas Ekspor 20 Ton Kelapa Parut Kering ke Arab Saudi

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melepas 20 ton kelapa parut kering untuk diekspor ke Arab Saudi dalam acara pelepasan di halaman Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (8/12/2020).

PIPIN/HUMAS JABAR EKSPOR: Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melepas 20 ton kelapa parut kering untuk diekspor ke Arab Saudi dalam acara pelepasan di halaman Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (8/12/2020).


SUMEDANG.ONLINE, KOTA BANDUNG — Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melepas 20 ton kelapa parut kering (desiccated coconut) untuk diekspor ke Arab Saudi dalam acara pelepasan di halaman Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (8/12/2020).

Kelapa parut kering alias serundeng dengan eksportir CV Una Surya Putra Mandiri ini memiliki nilai total 30 ribu dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp424 juta.

Kang Emil –sapaan Ridwan Kamil– bangga karena olahan kelapa yang diekspor tersebut berasal dari kebun rakyat pribadi yang dikumpulkan dan dibeli oleh koperasi sehingga ikut mendorong pemerataan kesejahteraan rakyat.

Ekspor pun, lanjut Kang Emil, memberikan optimisme bahwa salah satu kekuatan Jabar yaitu ekonomi berbasis agraria atau perkebunan. “Semoga Jabar menjadi terdepan dalam industri perkebunan,” harapnya.

Kang Emil menambahkan, olahan dari kelapa saat sendiri kini banyak dibutuhkan berbagai negara, khususnya Timur Tengah, untuk dijadikan kue.

BACA JUGA: DPD HILLSI Jawa Barat Inginkan LPK Tetap Aktif Meski di Tengah Pandemi Covid-19

BACA JUGA: Diterjang Puting Beliung Begini Kondisi Terakhir Atap Gedung Serba Guna Geo Theater

Ia juga mendorong berbagai pihak untuk menangkap peluang ekspor tidak hanya olahan kelapa, tetapi juga pohon kelapa.

Baca Juga  Ketahanan Pangan Jadi Prioritas Kekuatan Ekonomi Baru Jabar di 2021

“Saya pernah didatangi perusahaan dari luar negeri, mereka membutuhkan suplai pohon kelapa, (permintaan) ini harus direspons, artinya ada peluang juga (untuk ekspor),” tutur Kang Emil.

Kang Emil juga berujar bahwa Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar akan memaksimalkan ekspor dan menjawab permintaan pasar dunia di sektor perkebunan dengan memanfaatkan ribuan hektare tanah menganggur di Jabar untuk dijadikan lahan perkebunan melalui program Petani Milenial.

Lahan perkebunan tersebut akan digarap oleh generasi milenial Jabar dengan arahan dari Pemda Provinsi Jabar terkait produk tanaman apa yang ditanam dan dibutuhkan oleh pasar.

“Saya minta beritakan kepada milenial, apa yang sedang dibutuhkan oleh pasar, seringkali orang tidak paham apa yang dibutuhkan pasar, tidak tahu sistematika ekonominya akhirnya, tidak tertarik kepada urusan perkebunan,” ujar Kang Emil.

Dalam acara ini, Kang Emil turut melepas distribusi bantuan benih kopi arabika Java Preanger sebanyak 4.250.000 bibit.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengolahan, Pemasaran, dan Usaha Perkebunan, Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Jabar, Fajar Abdillah, melaporkan bahwa CV Una Surya Putra Mandiri sebagai eksportir kelapa parut kering telah sembilan kali mengeskpor ke negara di Asia dan Eropa.

Baca Juga  Ridwan Kamil Tinjau Pelaksanaan Misa Natal

“Perusahaan ini sudah sembilan kali melakukan ekspor kelapa parut kering ini. Yaitu ke negera Jepang, Ukraina, Rusia, dan Arab Saudi,” kata Fajar.

Fajar menyatakan, selain kopi dan teh, kelapa parut kering menjadi komoditas perkebunan yang diminati banyak negara.

Disbun Provinsi Jabar pun optimistis kelapa parut kering akan menjadi komoditas ekspor. Banyak produk yang berasal dari kelapa berpotensi diekspor ke luar negeri.

“Komoditas perkebunan itu bukan hanya kopi, teh, yang biasa kita kenal. Tapi, kelapa juga sebagaimana kita ketahui tanaman atau pohon yang bermanfaat dari mulai akar sampai ke daun-daunnya,” ucapnya.

Selain itu, Pemda Provinsi Jabar bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jabar akan menggelar West Java Food & Agriculture Summit (WJFAS) di Hotel Savoy Homann, Kota Bandung, pada Kamis, 10 Desember 2020.

Dalam WJFAS 2020, akan dilakukan high level meeting dan pertemuan petani Jabar dengan offtaker komoditas pertanian. Pertemuan tersebut bertujuan untuk membuka pasar domestik dan global supaya hasil panen petani dapat terserap. ***

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

Nasional

Selamat, Pemprov Jabar kembali raih Opini WTP ke-enam kalinya

Pilihan Redaksi

Hari ini, Pelantikan Kades di Gedung Negara
Bupati Sumedang bersama perwakilan PT. Sarana Multigriya Finansial foto bersama usai peletakan batu pertama pembangunan Rumah Trauma Healing, Rabu 16 Juni 2021.

Pilihan Redaksi

Dapat Bantuan CSR, Korban Longsor Cimanggung Akan Miliki Dua Rumah Trauma Healing

PENDIDIKAN

Siswa SD di Jatinangor diajarkan Triple Decker Sandwiches

JATINANGOR

Puluhan Rutilahu Tunggu Keseriusan Pemerintah

Pilihan Redaksi

Reaktivasi Rel KA, Zulkifly: Tidak Tahu Masyarakat Bereaksi
Enung Nurlela orangtua AWD saat memberikan keterangan dugaan anaknya korban penganiayaan.

Pilihan Redaksi

Ibu Korban Dugaan Penganiayaan Oknum Anggota Dewan Sebut Anaknya Alami Trauma

Pilihan Redaksi

Mantap, 600 KK warga Desa Margalaksana kini punya Sertifikat