Home / Nasional

Senin, 11 Januari 2021 - 11:35 WIB

Kementerian Pertanian Tambah Alokasi Pupuk Bersubsidi

Presiden Jokowi didampingi Mentan Syahrul Yasin Limpo saat meninjau kawasan lumbung pangan baru di Humbang Hasundutan.

SUMEDANGONLINE/HO.BPMI-SETPRES TINJAU LUMBUNG PANGAN: Presiden Jokowi didampingi Mentan Syahrul Yasin Limpo saat meninjau kawasan lumbung pangan baru di Humbang Hasundutan.


JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) menambah alokasi pupuk bersubsidi tahun 2021, sehingga menjadi 9 juta ton plus 1,5 juta liter pupuk organik cair, sedangkan tahun 2020 alokasinya hanya 8,9 juta ton.

“Semoga lebih banyak petani yang bisa memperoleh pupuk bersubsidi. Pastinya petani yang berhak mendapatkan pupuk bersubsidi itu petani yang sudah tercatat di e-RDKK sesuai pengajuan yang diterima Kementan dari usulan pemerintah daerah,” ujar Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, dikutip dari laman pertanian.go.id. Senin, 11 Januari 2021.

Sebagai informasi, sesuai Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 49 Tahun 2020, pupuk bersubsidi diperuntukkan bagi petani yang telah bergabung dalam kelompok tani yang menyusun Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK). Karena itu, Mentan menginstruksikan jajarannya untuk merapikan gerak lini di hilir subsidi pupuk.

Baca Juga  Jaga Kekompakan Antar Kepala Daerah, Ini Akan Dilakukan Gubernur Jabar

“Tahun 2021 ini kita benar-benar awasi terutama lini tiga dan empat atau dari distributor ke agen, di kecamatan dan desa. Kalau bisa jalan di sini, ketersediaan pupuk bersubsidi terpenuhi,” terangnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Kementan, Sarwo Edhy menjelaskan, berdasarkan e-RDKK yang diatur Kelompok Tani, petani penerima pupuk bersubsidi adalah petani yang melakukan usaha tani subsektor tanaman pangan, perkebunan, hortikultura, dan peternakan dengan lahan paling luas dua hektare. Petani juga melakukan usaha tani subsektor tanaman pangan pada perluasan areal tanam baru.

“Implementasi distribusi pupuk bersubsidi menggunakan Kartu Tani akan dilakukan secara bertahap. Namun untuk saat ini, belum semua daerah kita terapkan distribusi pupuk menggunakan Kartu Tani. Kita akan lakukan bertahap hingga Kartu Tani tersebar ke seluruh Indonesia sesuai dengan data penerima pupuk subsidi,” ujarnya

Baca Juga  Jabar Dukung Inovasi Pengendalian Lingkungan Hidup

Direktur Pupuk dan Pestisida, Kementan, Muhammad Hatta penyaluran melalui sistem e-RDKK dilakukan supaya penerima subsidi betul-betul tepat sasaran.

Penyusunan e-RDKK ini bersumber dari kelompok tani dan melalui sejumlah tahapan verifikasi sebelum ditentukan sebagai data penerima pupuk subsidi. Oleh karena itu, Hatta meminta petani agar memastikan sudah tergabung dalam kelompok tani dan terdaftar di e-RDKK untuk dapat pupuk bersubsidi.

“Jika di lapangan kami temukan kios yang mencoba menyulitkan petani dalam penebusan, maka kami tidak segan-segan akan mencabut izinnya,” tegas Hatta. ***HUMAS KEMENTAN/UN

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

Nasional

Peringati Hari Pahlawan dengan Upacara Tabur Bunga di Perairan Laut Jawa
Menteri Sosial Tri Rismaharini saat melakukan kunjungan kerja di Pondok Pesantren Bai Mahdi Sholeh Ma’mun, Pabuaran, Kota Serang, Banten. Jumat, 13 Agustus 2021.

Nasional

Tahun 2022 Seluruh Anak Yatim Rencananya Bakal Dibantu Negara
Kapolres Bandung, AKBP Indra Hermawan

Nasional

Gate Tol Cileunyi Dijaga Ketat Polisi

Nasional

Kasus Ade, Selain di Cimahi , Kejati Jabar Telurusi Kasus di Sumedang

Nasional

Pemerintah Pastikan Gaji ke-14 Dibayar Juni, Gaji ke-13 Juli

Nasional

Menpora Baca Puisi Indonesia Tanah Sajadah Karya Zawawi Imron

Nasional

Kemenkeu: RS Kini Dapat Ajukan Klaim Covid-19 ke Kemenkes

Nasional

Presiden Joko Widodo Cek Kesiapan RS Darurat Wisma Atlet Kemayoran