Pilihan Redaksi, SUMEDANG

Warga Cibeureuyeuh Panik, Lahan Belum Dibayar, 4 Alat Berat Proyek Tol Cisumdawu Sudah Datang

Penulis: Redaksi | Editor: Redaksi
Sejumlah warga melihat alat yang terparkir di sebuah lahan Desa Cibeureuyeuh Kecamatan Conggeang yang akan dijadikan proyek pembangunan Tol Cisumdawu, Sabtu 27 Mei 2021.
Sejumlah warga melihat alat yang terparkir di sebuah lahan Desa Cibeureuyeuh Kecamatan Conggeang yang akan dijadikan proyek pembangunan Tol Cisumdawu, Sabtu 27 Mei 2021. | FOTO: SUMEDANGONLINE

SUMEDANGONLINE, CONGGEANG – Datangnya empat alat berat berupa dua beko dan dua dozer di Desa Cibeureuyeuh Kecamatan Conggeang Kabupaten Sumedang pada Kamis 27 Mei 2021 malam, membuat panik warga sekitar.

Ratusan warga desa yang mengatasnamakan diri sebagai Orang Terkena Dampak (OTD) Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) itu, khawatir bila alat berat mulai beroperasi untuk pengerjaan proyek Jalan Tol Cisumdawu.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Kepanikan ini muncul, karena dari 352 bidang yang terkena jalur tol di Desa Cibeureuyeuh, baru sekitar 78 bidang yang sudah selesai pelepasan hak (PH)-nya. Apalagi dari total bidang yang akan digarap proyek tol, kebanyakan merupakan pemukiman warga.

Baca Juga  Anggota Komisi C DPRD Sumedang ini sebut BPJS Kesehatan Anisa sudah aktif

Salah seorang warga, Iis Rukmaesih S,Pd kepada wartawan, mengaku resah bila keempat alat berat mulai bekerja untuk meratakan lahan proyek Tol Cisumdawu Fase V. Warga yang belum mendapatkan PH, secara otomatis belum mendapat uang ganti rugi (UGR) dari Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) selaku juru bayar Tol Cisumdawu.

“Masyarakat termasuk saya sendiri resah, karena belum dibayar. Dari kebanyakan bidang itu merupakan pemukiman,” ujarnya di lokasi parkir alat berat, Sabtu 27 Mei 2021.

Iis juga menambahkah, warga masih ada bingung mau kemana mereka pindah. Mengingat belum keluarnya PH. Sedangkan untuk saat ini, harga tanah untuk dijadikan rumah baru, harganya sudah melambung.

Baca Juga  Bahaya PKI Jadi Tema Workshop FKUB

“Sebelum adanya resum, tanah yang tadinya Rp.1 juta, kini sudah jadi Rp.4 Juta. Sampai bingung, mau membuat rumah lagi belum ada uang, karena harus nunggu pembayaran dari tol,” katanya.

Menurutnya, untuk membuat rumah tidak akan selesai dengan cepat. Apalagi, banyak pemukiman yang terkena jalur tol. Maka dari itu, warga tidak ingin alat berat ini mulai bekerja bila belum semua PH selesai.

Senada dikatakan warga lainnya yang belum mendapat UGR dari proyek Tol Cisumdawu, Wawan Sukriawan. Dia juga khawatir bila alat berat ini mulai beroperasi, sedangkan rumah dia dan warga lainnya belum selesai PH dan belum mendapat UGR-nya.

Baca Juga  Spanduk Haturnuhun Presiden Jokowi dan Kapolres Sumedang Membentang di Tol Cisumdawu Seksi 2 dan 3

“Kalau sudah ada kejelasan mau dibayar kapan, kita juga bisa tenang. Tempat tinggal kita juga belum pasti di mana. Kemarin baru sebagian dibayar, tapi kebanyakan belum,” ungkapnya.

Maka dari itu, Wawan dan warga lainnya meminta kepada Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) selaku juru bayar Tol Cisumdawu, agar segera menyelesaikan sisa PH yang hingga saat ini belum keluar.

“Jadi bila sudah dibayar, mau diratakan juga silahkan,” tutupnya. ***

Tinggalkan Balasan