Home / Pilihan Redaksi / WISATA

Sabtu, 3 Juli 2021 - 15:37 WIB

Kebijakan PPKM Darurat, Pengelola Wisata Balong Geulis Umumkan Tutup Sementara

Tempat Wisata Balong Geulis di Kampung Cibubut Desa Jayamekar Kecamatan Cibugel Kabupaten Sumedang, memilih tutup sementara seiring dengan kebijakan pemerintah menerapkan PPKM Darurat.

FACEBOOK DADANG ROMANSYAH TUTUP SEMENTARA: Tempat Wisata Balong Geulis di Kampung Cibubut Desa Jayamekar Kecamatan Cibugel Kabupaten Sumedang, memilih tutup sementara seiring dengan kebijakan pemerintah menerapkan PPKM Darurat.


SUMEDANG – Dadang Romansyah, selaku pengelola tempat wisata Balong Geulis di Kampung Cibubut, Desa Jayamekar, Kecamatan Cibugel, Kabupaten Sumedang, mengumumkan melalui akun media sosialnya jika tempat wisata yang dikeolanya tutup sementara. Seiring dengan kebijakan pemerintah yang menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyaraka (PPKM) Darurat termasuk untuk Kabupaten Sumedang.

Pengumuman penutupan sementara area wisata yang menyajikan eksotisme bernuansa alam dengan ciri khas kolam renangnya itu ditutup mulai 3-20 Juli 2021.

“Sejenak kita rehat dulu gaess, 3-20 Juli 2021. Semoga ikhtiar pemerintah dan kita sekalian mampu mengendalikan pandemi covid-19 yg masih melanda negeri ini. Mari kita patuhi aturan PPKM Darurat…tetap sehat, tetap kuat, tetap SEMANGAT,” ujar Dadang dalam akun facebooknya.

Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sumedang, Hari Tri Santoso, membenarkan jika sejumlah tempat wisata baik yang dikelola pemerintah maupun swasta ditutup sementara selama pelaksanaan PPKM Darurat.

“Dinas Parbudpora Kabupaten Sumedang mendukung penuh kebijakan pemerintah pusat, propinsi jawa barat dan Bupati Sumedang terkait PPKM Darurat tersebut. Kami juga segera bertindak cepat merespon kebijakan tersebut dengan mengadakan zoom meeting bersama seluruh elemen pelaku sektor pariwisata, kebudayaan, ekonomi keatif, kepemudaan dan Olah Raga. Yang memutuskan seluruh tempat pariwisata ditutup sementara,” ujar Hari dalam keterangannya. Sabtu, 3 Juli 2021.

Baca Juga  Hari Pers Nasional 2018, Forkowas Gelar Pengajian

Termasuk juga sebut dia kegiatan resepsi pernikahan yang dibatasi jam operasional dan jumlah orang yang hadir tidak kurang dari 30 orang.

“Iya, resepsi pernikahan dibatasi kegiatannya dengan ketentuanjam operasionalnya sampai dengan pukul 12.00 WIB. Terus, hanya akad saja yang dihadiri keluarga inti paling banyak 30 orang disesuaikan dengan kapasitas tempat. Diingatkan, tidak ada kegiatan resepsi/penerimaan tamu undangan. Kemudian juga penyediaan makanan dalam tempat tertutup untuk dibawa pulang; dan tentu saja dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat,” tandasnya.

Keputusan itu sebut dia sesuai dengan sosialisasi PPKM Darurat untuk seluruh sektor pariwisata di Kabupaten Sumedang sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat Corona Virus 2019 di Wilayah Jawa dan Bali. Kebijakan PPKM Darurat dari tanggal 3 Juli sampai 2O Juli 2021 termasuk di Sumedang.

Baca Juga  SUMEDANG BERDUKA: ada 15 orang di dalam rumah, Uu: semua selamat

Tak hanya sektor wisata yang terkena imbas penerapan kebijakan tersebut. Kegiatan pada sektor esensial meliputi sektor keuangan dan perbankan, pasar modal, sistem pembayaran, teknologi informasi dan komunikasi, perhotelan non-penanganan karantina Covid-19 dan industri orientasi ekspor diberlakukan pegawai bekerja dari kantor (work from office) paling banyak lima puluh persen dengan protokol kesehatan secara ketat.

Selain itu sebutnya, kegiatan seperti makan/minum di tempat umum meliputi warung makan, rumah makan, kafe, pedagang kaki lima dan lapak jajanan baik yang berada pada lokasi tersendiri maupun yang berlokasi pada pusat perbelanjaan/mal hanya melayani pesan antar dan tidak menerima makan di tempat (dine-in). Dan dibatasi jam operasionalnya sampai dengan pukul 20.00 WIB. ***

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

PENDIDIKAN

Tujuh Kepala SD di Sumedang Dimutasi Turun Grade, Ini Alasannya
Wakil Ketua DPRD Sumedang, Titus Diah.

Pilihan Redaksi

Muncul Masalah Seksi 1, 2 dan 3 Tol Cisumdawu, Titus Minta Pemkab Duduk Bersama Pihak Terkait

WISATA

Kampung Toga

KABAR HAJI

[Kisah Inspiratif] Berhaji dari Hasil Buruh Tandur Padi

Pilihan Redaksi

Ketua MUI Hadiri Peresmian Ponpes An-Nuur
Sejumlah warga Wado yang memiliki makam keluarga di Dusun Pangkalan Desa Wado, Kecamatan Wado, mulai memindahkan makam. Hal itu seiring dengan mulai naiknya muka air waduk Jatigede yang sudah mencapai elevasi +259 mdpl, Rabu, 8 April 2020.

Pilihan Redaksi

Belum Dibayar, Warga Wado Sumedang Mulai Pindahkan Makam yang Tergenang Jatigede

OLAHRAGA

Hari Ini Kontingen Porpemda Sumedang Diberangkatkan

Pilihan Redaksi

Penetapan Sekaligus Pengundian Nomor Calon Kades Mekarwangi