KABAR HAJI

Perjalanan Haji di Tengah Pandemi Covid-19, Prokes Ketat Hingga Kartu Pintar

Penulis: Redaksi | Editor: Redaksi
Kota tenda bergema dengan talbiyah para peziarah yang membuat persiapan akhir untuk berdiri (wuqoof) mereka di dataran Arafat pada hari Senin, menandai klimaks haji.
Kota tenda bergema dengan talbiyah para peziarah yang membuat persiapan akhir untuk berdiri (wuqoof) mereka di dataran Arafat pada hari Senin, menandai klimaks haji. | FOTO: Saudi Gazette

SUMEDANGONLINE, MINA – Menandai dimulainya ibadah haji tahunan pada hari Minggu, sebanyak 60 ribu jamaah telah memulai perjalanan spiritual seumur hidup mereka dengan berkumpul di kota tenda, Mina, sejak pagi.

Mengucapkan talbiyah “Labbaik Allahumma Labbaik (Ya Tuhan, ini saya menjawab panggilan Anda) …,” para peziarah pria, dengan pakaian ihram putih mulus dan peziarah wanita dengan abaya, mengalir ke kota tenda besar, yang terletak 7 km timur laut dari Masjid Agung.

Kota tenda bergema dengan talbiyah para peziarah yang membuat persiapan akhir untuk berdiri (wuqoof) mereka di dataran Arafat pada hari Senin, menandai klimaks haji. Pihak berwenang Saudi telah menyiapkan rencana operasi yang dirancang dengan cermat dan tanpa cacat untuk pergerakan jamaah haji ke Arafah.

Para peziarah, mengikuti tradisi Nabi Muhammad SAW, mereka akan menghabiskan hari ini, yang disebut Hari Tarwiyah, terlibat dalam permohonan untuk pengampunan dosa-dosa mereka. Mereka shalat Dhuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya memperpendek shalat empat rakaat mereka sehingga menjadi dua rakaat masing-masing, tanpa menggabungkannya. Para peziarah menghabiskan malam Hari Tarwiyah di Mina. Usai melaksanakan salat Subuh pada hari Senin, 9 Dzulhijjah, jamaah haji bergerak menuju Arafah sambil melantunkan talbiyah dan takbir (mengagungkan Allah). Di Arafah, mereka salat Dhuhur dan Ashar bersama-sama pada waktu Dhuhur, memperpendek masing-masing menjadi dua unit.

Baca Juga  Kemenag Sumedang Imbau Jamaah Haji Gelombang II Sudah Pakai Kain Ihram

Sebelum menuju ke Mina untuk memulai perjalanan spiritual mereka, peziarah memasuki keadaan ihram, di mana mereka mempersiapkan diri secara spiritual dan mengenakan pakaian putih mulus khusus. Mereka kemudian mencapai Makkah dan melakukan Tawaf Al-Qudum (Tawaf Kedatangan), menandai awal dari ritual dan kemudian mereka melakukan ritual sa’i antara Safa dan Marwah, salah satu rukun haji.

Tinggalkan Balasan