Home / SUMEDANG

Jumat, 6 Agustus 2021 - 10:10 WIB

Bupati Sumedang Beri Bantuan ke Andin

Bupati Sumedang, H Dony Ahmad Munir memberikan sejumlah bantuan ke Andin Sinta Nurfalah warga di Desa Kadakajaya Kecamatan Tanjungsari. Jumat, 6 Agustus 2021.

ISTIMEWA SALURKAN BANTUAN: Bupati Sumedang, H Dony Ahmad Munir memberikan sejumlah bantuan ke Andin Sinta Nurfalah warga di Desa Kadakajaya Kecamatan Tanjungsari. Jumat, 6 Agustus 2021.


SUMEDANGONLINE, Sumedang: Bupati Sumedang, H Dony Ahmad Munir memberikan sejumlah bantuan ke Andin Sinta Nurfalah warga di Desa Kadakajaya Kecamatan Tanjungsari. Jumat, 6 Agustus 2021.

Sebagai informasi kedua orangtua Andin meninggal dunia, meninggalkan Andin yang masih duduk di Sekolah Dasar dan kakaknya Alan Suherlan Angga Fauzi, 23 tahun. Ayahnya, Kahya, 52 tahun, didiagnosa sakit Hepatitis B. Selang 40 hari kemudian ibunya, Karwati, 42 tahun, juga turut meninggal dunia.

Kehadiran Bupati Sumedang beserta jajarannya itu untuk menyalurkan bantuan secara langsung sekaligus memberikan motivasi dan semangat untuk terus bersekolah dan menyongsong masa depan lebih baik.

Bahkan sebut Dony, dirinya sudah menugaskan Dinas Sosial P3A, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan beserta BPJS untuk memenuhi kebutuhannya.

“Pertama kebutuhan kesehariannya (dipenuhi), kemudian pendidikan dan kesehatannya. Sehingga anak yang ditinggalkan ini bisa terus menjalani kehidupan dengan optimistis bisa berhasil,” katanya

Baca Juga  Kasus Trafficking Masih Tertinggi di Jawa Barat

Bupati juga meminta agar warga masyarakat harus berempati dengan kondisi yang dialami oleh Andin dan anak-anak yatim piatu lainnya.

“Awalnya ayahnya meninggal karena sakit. Selang 40 hari ibunya meninggal karena Covid-19 jadi sekarang anaknya jadi yatim piatu. Tentunya kita prihatin dan empati dengan kondisi ini,” ucapnya.

Ia juga mengungkapkan, pihaknya sedang melaksanakan pendataan anak-anak yang yatim piatu karena Covid-19.

“Akan segera kami data dan beri perlakuan khusus. Doakan mudah-mudahan bagi masyarakat lainnya pun bisa bersama-sama untuk hadir menjadi solusi membantu masyarakat yang membutuhkan terutama yang terdampak akibat pandemi Covid-19 ini,” ungkapnya.

Arif, salah satu perwakilan keluarga almarhum menceritakan kronologi Almarhumah Karwati yang meninggal akibat Covid-19.

Baca Juga  Dony Sebut Pemuda Sumedang Berperan Signifikan Majukan Daerahnya

“Awal mulanya almarhumah sakit dan menderita sesak nafas. Kemudian dibawa ke dokter dan diagnosa awal menyatakan jantung dan paru-paru. Kemudian diswab antigen dan hasilnya negatif. Karena almarhum kekurangan oksigen, lalu dibawa ke Rumah Sakit di Sumedang dan dilakukan Swab PCR hasilnya positif PCR,” ucapnya.

Dia menerangkan, almarhumah sempat dirawat sembilan hari sampai akhirnya meninggal di Rumah Sakit.

“Meninggalnya hari Selasa tanggal 3 Agustus 2021 jam 12 malam. Sedangkan suaminya 40 hari sebelumnya meninggal dunia karena penyakit bawaan. Sudah lama Hepatitis B hampir setahun lebih. Namun ia negatif Covid-19,” terangnya.

Dia menambahkan, kedua anak yang ditinggalkan sempat menjalani Isolasi mandiri dan sekarang sudah beres dan hasilnya negatif Covid-19.

“Alhamdulillah putra-putri almarhumah sehat. Tidak ada gejala apa-apa dan hasil swabnya negatif,” ungkapnya. ***

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

Pilihan Redaksi

Polres Sumedang Gelar Nobar Film “22 Menit”

Pilihan Redaksi

Dua Rumah Terbakar di Jatinunggal Sumedang, Korban Langsung Pingsan

Pilihan Redaksi

Penjabat Bupati Soroti Kedisiplinan ASN di Sumedang

Pilihan Redaksi

Rumah Pak RT yang Terbakar Itu Baru Direnovasi

Pilihan Redaksi

Ridwan Kamil Bakal Anggarkan Dana Rp 5 Miliar untuk Jatigede
Mantan Ketua PCNU Sumedang KH Sa'dulloh

SUMEDANG

PSBB, Sa’dulloh Minta Masyarakat Sumedang Patuhi Arahan Pemerintah

Pilihan Redaksi

Antisipasi Banjir, Warga Cipadung Benahi Saluran Air
Keluarga yang memiliki makam di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Maleber, Desa Wado, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, harus merogoh kocek lebih dalam untuk memindahkan makam keluarga mereka.

Pilihan Redaksi

Butuh Dana Rp1,5 Juta untuk Memindahkan Satu Makam Terendam Jatigede