Bupati Inginkan Venue Paralayang di Sumedang Mendunia

Bupati Sumedang, H Dony Ahmad Munir mengaku bangga penyelenggaraan eksebisi Paragliding Trip of Indonesia (TROI) Seri I 2021, bisa dilangsungkan di Kampung Toga, Kabupaten Sumedang.
Bupati Sumedang, H Dony Ahmad Munir mengaku bangga penyelenggaraan eksebisi Paragliding Trip of Indonesia (TROI) Seri I 2021, bisa dilangsungkan di Kampung Toga, Kabupaten Sumedang.

SUMEDANGONLINE, Sumedang: Bupati Sumedang, H Dony Ahmad Munir berharap dengan adanya event berskala Nasional seperti Paragliding Trip of Indonesia (TROI) Seri I 2021 akan lebih dapat menjadikan venue paralayang di Sumedang mendunia.

“Harapan saya dengan dijadikannya Sumedang tempat atau jadi tuan rumah paralayang Paragliding Trip of Indonesia (TROI) Seri I 2021. Sport tourism di Sumedang bisa terus berkembang karena kami memiliki beberapa venue untuk paralayang,” ujar Bupati Sumedang sebelum membuka eksebisi Paragliding Trip of Indonesia (TROI) Seri I 2021 di Kampung Toga, Kabupaten Sumedang. Sabtu, 4 September 2021.

Baca Juga  KONI Siapkan Mental Juara untuk Atlet Porda Sumedang

Pada kesempatan itu pun Bupati menyebutkan sejumlah venue yang sudah pernah digunakan untuk ajang nasional bahkan Internasional. Salahsatunya sebut Dony, di Bukit Toga yang saat ini diselenggarakan kegiatan  Paragliding Trip of Indonesia (TROI) Seri I 2021 hingga 5 September 2021.

Venu Bukit Toga ini sebut Bupati sangat cocok untuk kegiatan paralayang di kelas akursi. ”Jadi tempatnya dari Kota Sumedang hanya sekira 1-2 kilometer, mudah untuk aksesibilitasnya. Dan disuguhkan pemandangan yang luar biasa. Jadi sport tourism-nya akan kena, dan bisa terus terpromosikan ke berbagai daerah,” imbunya.

Baca Juga  IGI Sumedang Minta Pemerintah Perhatikan juga Tenaga Pendidik Honorer KII di Atas 35 Tahun

Selain itu, venue yang jadi andalan untuk kegiatan Paralayang kelas cross country yakni di Batudua, Kecamatan Cisitu. Lokasi ini pernah digunakan ajang PON.

Lokasi terakhir berada persis di Bendungan Jatigede, yakni venue Pasir Cinta, Cipaku, Darmaraja. Pemerintah sendiri untuk lokasi ini sudah menyiapkan lokasi take-off dan landing.

“Ini untuk kategori festival, atau paralayang yang luar biasa backgroundnya bisa melihat bendungan Jatigede. Kami sudah buatkan tempat take offnya, kemudian tempat landingnya dan tempat lainnya.”

“Jadi saya meyakini sport tourism di Sumedang ini adalah paralayang yang mendunia, bisa terus dikembangkan dan minta bantuannya pada FASI, Kemenpora, untuk menjadikan Sumedang sebagai pusatnya paralayang di Indonesia. Jadi kalau istilahnya di bali itu, kalau everyday in bali is Sunday, setiap hari di Bali hari Minggu. Kalau di Sumedang everyday in Sumedang its playing, setiap hari di Sumedang adalah terbang paralayang. Tentunya event even kedepan bisa lebih menarik lagi,” demikian Bupati Sumedang. ***

REPORTER
: IGUN GUNAWAN
EDITOR
: Redaksi
CREDIT FOTO
: Istimewa
TERBIT
:

Tinggalkan Balasan