Menu

Mode Gelap

SUMEDANG · 18 Sep 2021 05:05 WIB

Dinkes Sumedang: Jelang Musim Penghujan Waspadai Potensi Penyebaran DBD

Reporter: ACENG SYARIF HIDAYATULLAH | Editor: ACENG SYARIF HIDAYATULLAH


 Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) pada Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang, dr. Reny Kurniawati Anton, meminta masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD). Perbesar

Fitriyani Gunawan/SO/SUMEDANG ONLINE
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) pada Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang, dr. Reny Kurniawati Anton, meminta masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD).

SUMEDANGONLINE, Dinkes: Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) pada Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang, dr. Reny Kurniawati Anton, meminta masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD).

“Diketahui bahwa demam berdarah angka insendensi (gambaran tentang frekuensi penderita baru suatu penyakit) biasanya meningkat di Bulan September, Oktober, sampai nanti bulan Februari sampai Maret. Karena satu dua hari ini, kita tahu sudah ada hujan. Setelah kemarin kemarau agak begitu agak panjang,” ujar Reny saat jumpa pers di Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang. Jumat, 17 September 2021.

Dikatakannya, curah hujan yang tinggi bisa memicu tingginya penyebaran DBD. Karena nyamuk menyimpan telur di mana pun pada saat ada air bisa menetas. “Jadi pada saat ada air hujan otomatis telur-telur dari aedes aegypti yang pada kondisi panas bisa bertahan hingga satu tahun. Pada saat ada air dalam hitungan hari dia bisa menetas dan terus berkembang menjadi larva dan lain sebagainya. Dan terus menjadi nyamuk dewasa,” imbuhnya.

Sehingga pihaknya mengimbau masyarakat untuk waspada, karena DBD merupakan penyakit menular di daerah tropis yang disebabkan oleh virus dengue dengan vektor penularnya adalah nyamuk aedes aegypti dan aedes albopictus. Biasanya lanjut, Reny, DBD akan menjadi masalah kesehatan tidak hanya di Indonesia tetapi seluruh negara di dunia biasanya dapat menimbulkan kejadian luar biasa (KLB).

“Di tahun 2005 setelah dari 1970-1980 an DBD ditemukan di Indonesia di Tahun 2005 sudah ditemukan di semua provinsi. Padahal sebelumnya ada daerah-daerah yang tidak ada kasus. Dan di 2005 ini ditemukan dengan rata-rata kasus 122.676 pertahun. Kalau dibanding yang sekarang, ini yang sedikit. Dan kematian pertahunnya sebanyak 1.300 kasus,” jelasnya.

Sementara untuk data di Kabupaten Sumedang sendiri sebut Reny dalam lima tahun terakhir. Karena sebut dia, DBD ada siklus lima tahunan. Pada tahun 2017 hingga Agustus 2021 kasus tertinggi terdapat di tahun 2020 sebanyak 707 penderita dari yang terendah pada Tahun 2017 184 penderita.

“Saya belum bisa menarik simupalan karena 2017 hanya sedikit. Saya berpikirnya saat itu pencatatan pelaporan masih bisa kita mantapkan, pemantauan mungkin di lapangan ada kasus seperti lupa melaporkan. Atau kasus tidak terdeteksi, itu alasan kenapa di 2017 kok hanya 184. Dan kenapa kok di 2020 banyak sekali, ini asumsi kami. Pada saat tiga tahun terakhir ini kami sudah mulai pencatatan pelaporan itu ajeg, dalam arti kita di Dinkes di seksi di bidang ke Puskesmas itu selalu menekankan ada kasus laporkan, ada kasus laporkan. Jadi tidak ada misscase, di 2017 mungkin banyak miscase.”

“Kemudian di 2021 sampai dengan Bulan Agustus kita mendapatkan kasus 331 penderita yang tertinggi mohon maaf ada di Puskesmas Situ sebanyak 58 kasus, Sumedang Selatan 38 kasus, dan Cimalaka 29 kasus, setelah itu wilayah Puskesmas di Bagian Barat Jatinangor dan yang lainnya. Tidak ada satupun puskesmas yang tidak ada kasus pasti ada kasus.”

“Mudah-mudahan tahun ini, bukan hanya karena alasan pandemi. Biasanya karena alasan pandemi jadi semua program menurun, semua hasil tidak kelihatan. Mudah-mudahan tidak, ini adalah hasil usaha kita bersama di dalam menekan kasus, menekan angka insedensi dan kematian karena DBD,” bebernya.

Lanjutnya, untuk angka kematian tertinggi di Tahun 2020 sebanyak 7 orang. Data ini menampik jika selama pandemi seolah data DBD tertutup namun pada kenyatannya tetap terbuka. “Di 2020 ada tujuh orang. Karena memang kasus di 2020 dengan 2017 sangat jomblang, otomatis dengan banyaknya kasus kematian mengikuti grafiknya. Tidak ada kematian di 2018, dan 2019,” lanjutnya.

Sementara di 2021 terdapat 4 penderita yang meninggal di Bulan Mei di Puskesmas Situ sebanyak 1 orang, Juni-Juli tidak ada kasus kematian. “Dan ternyata dapat 3 kasus meninggal di Bulan Agustus di Puskesmas Jatinangor. Kamis sedang menelusuri yang Puskesmas Jatinangor karena kasusnya baru satu dua minggu lalu, kita sedang cari seperti apa dan kenapa dan tentu saja kita akan carikan solusinya. Jangan sampai satu wilayah puskesmas meninggal tiga orang.”

Meski demikian angka menurut case fatality rate (angka kematian) baik secara nasional dan kabupten Sumedang kurang dari 1 persen.

Belajar dari kasus sebelumnya, pihaknya meminta masyarakat untuk tetap waspada dan tetap menjaga jaga kesehatan diri dan lingkungan.

Salahsat upaya  pencegahan yang dilakukan untuk menekan kasus DBD diantaranya dengan meningkatkan pembudayaan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) 3M plus. Termasuk dengan pembentukan pokjanal (kelompok kerja penganalisis) DBD dari mulai RT sampai kabupaten, dan menggiatkan kembali gerakan satu rumah satu jumantik (juru pemantau jentik). ***

Artikel ini telah dibaca 377 kali

Baca Lainnya

Di Pasir Landak Sumedang Ditemukan Batu Columnar Joint yang Timbulkan Nada Unik

23 Juni 2024 - 04:37 WIB

Kepala Bidang Kebudayaan, Moh. Budi Akbar, saat meninjau langsung batu columnar joint di Pasir Landak di Desa Nagrak, Kecamatan Buahdua, Kabupaten Sumedang.

Kesenian Abad XV, Terbang Buhun Pusaka Karuhun Masih Tetap Eksis

22 Juni 2024 - 04:55 WIB

Penampilan Grup Seni Terbang Buhun Pusaka Karuhun saat pentas di Acara Ngabungbang. Kamis, 20 Juni 2024 malam.

Melalui Program SAMAWANA, Pj. Bupati Sumedang Sumbang Bibit Ayam Ternak

22 Juni 2024 - 03:43 WIB

Yudia Ramli selaku Pj. Bupati Sumedang menyerahkan langsung bibit ayam ternak tersebut saat saat melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Cimalaka. Jum'at (21/6/2024).

Pj Bupati Sumedang Puji Program SAMAWANA, Berharap Dapat Diikuti Kecamatan Lainnya

21 Juni 2024 - 20:26 WIB

Pj Bupati Sumedang Yudia Ramli saat meninjau pengelolaan perkebunan pisang di Desa Cibeureum Wetan, Kecamatan Cimalaka dalam program Sehari Bersama Warga nu Nyata Mangpaatna (SAMAWANA). Jumat (21/6/2024).

Peringatan 2 Tahun SCC, Diisi Pasar Seni Ekonomi Kreatif Sumedang 2024

21 Juni 2024 - 15:21 WIB

Penjabat Bupati Sumedang, Yudia Ramli, hadir dalam perayaan Hari Ulang Tahun ke-2 Gedung Sumedang Creative Center (SCC). Kamis, 20 Juni 2024.

Pj Bupati Sumedang, Apresiasi Kinerja Satpol PP, Satlinmas dan Damkar

20 Juni 2024 - 16:24 WIB

Seremonial Pemusnahan Rokok Ilegal dan Minuman mengandung ethil Alkohol di Lapang Upacara Pusat Pemerintahan Sumedang. Kamis, 20 Juni 2024.
Trending di SUMEDANG