SUMEDANG

Izin Rekomendasi Festival Adat Kerajaan Nusantara I Akhirnya Keluar

Penulis: Fitriyani Gunawan | Editor: Redaksi
Persiapan Pelaksanaan Festival Adat Kerajaan Nusantara (FAKN) I di Kabupaten Sumedang, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Sumedang gelar rapat koordinasi. Kamis, 23 September 2021.
Persiapan Pelaksanaan Festival Adat Kerajaan Nusantara (FAKN) I di Kabupaten Sumedang, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Sumedang gelar rapat koordinasi. Kamis, 23 September 2021. | FOTO:

SUMEDANGONLINE, Sumedang: Rekomendasi untuk penyelenggaraan Festival Adat Kerajaan Nusantara (FAKN) I akhirnya keluar dengan nomor 3086/PEM.03.03/Sekr/SATPOLPP, tertanggal 27 September 2021.

Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sumedang, Hari Tri Santoso, membenarkan jika izin rekomendasi untuk acara yang melibatkan 54 kerajaan/keraton se Nusantara itu sudah keluar.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Baca Juga  Dari Cimanggung Baznas Awali Roadshow Pemberdayaan Zakat

“Iya sudah mendapat izin dari Satgas Covid-19 Tingkat Kabupaten, tadi sore baru diterima sama panitia, dan sudah disampaikan ke Polres juga untuk dapat izin,” ujar Hari Tri Santoso dalam keterangannya.

Karena itu, pihaknya mengingatan panitia agar benar-benar dapat menerapkan protokol kesehatan secara ketat, termasuk para peserta agar sudah divaksin atau setidaknya membawa hasil PCR/antigen negatif.

Baca Juga  Gelar Karya Bakti, Kodim 0610/Sumedang Bantu Pengerjaan Jalan, Saluran Air dan Juga Loneng

“Sehingga tidak ada kluster baru dari acara ini. Semoga berjalan lancar. Sukses dan salam sehat,” tegasnya.

Hari pun mengaku bangga, FAKN kali ini Sumedang menjadi tuan rumahnya, karena sebut dia ada 54 kerajaan/keraton berato kesempatan untuk menjadi tuan rumah 54 tahun lagi.

Namun karena kegiatan FAKN dalam situasi Pandemi Covid-19 dan Sumedang dalam zona PPKM Level-3 maka kegiatan dilakukan secara daring melalui kanal Youtube.

Baca Juga  Rohana: Pendapatan PBB, Selalu Meningkat

“Hasil rapat tadi siang, karena kita masih PPKM Level-3. Semua budaya dilakukan secara virtual, jadi di shooting direkam dan nanti ditampilkan sesuai rundown. Dan pada saat pengambilan gambar juga tidak ada penonton atau berkerumun,” ungkapnya. ***

Tinggalkan Balasan