BISNIS

Kaos Kaki Praja IPDN Diproduksi Kampung Kaos Kaki Sumedang, Order Pertama 1.700 Pasang

Penulis: Redaksi | Editor: Redaksi
Ketua Gerakan Wirausaha Muda (Garuda) Kabupaten Sumedang, H. Nana Mulyana
Ketua Gerakan Wirausaha Muda (Garuda) Kabupaten Sumedang, H. Nana Mulyana | FOTO: Istimewa

SUMEDANG ONLINE – Sebanyak 1.700 pasang kaos kaki akan digunan para praja IPDN Kabupaten Sumedang.

Ribuan kaos kaki tersebut diproduksi Kampung Kaos Kaki Sumedang di Dusun Cikondang Desa Ganeas Kecamatan Ganeas Kabupaten Sumedang.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

“Alhamdulillah, hari ini produknya sudah masuk ke IPDN ini menjadi satu kebanggaan bagi kita wirausaha muda yang tergabung di dalam gerakan wirausaha muda Kabupaten Sumedang telah diterima di IPDN. Sehingga produknya bisa disebarkan untuk Praja kemudian produknya sendiri ini tidak kalah bagusnya dengan produk pabrikan,” ujar Ketua Gerakan Wirausaha Muda (Garuda) Kabupaten Sumedang, H. Nana Mulyana saat menyerahkan kaos kaki ke Kepala Biro 2 IPDN Jatinangor pada Kamis, 24 Maret 2022.

Baca Juga  Jelang Mudik Idul Adha, Pos Penyekatan di Perbatasan Sumedang Diperketat

Dikatakan dia Garuda akan terus membina para pemuda yang putus sekolah dan pengangguran yang tadinya tidak bisa apa apa menjadi memiliki keterampilan sesuai bidangnya.

Baca Juga  40 Tahun Tak Beroperasi, PT KAI Hari Ini Ujicoba Kereta Api Trip Garut-Cibatu Gratis

Disebutkan produk kaos kaki ini sudah beberapa kali melalui tahapan percobaan, bahkan sudah 5 sampel yang dikirim ke IPDN. Dan pada akhirnya, sample terakhir lolos standar dan langsung diorder pihak IPDN.

“Ini orderan pertama ke IPDN, sejumlah 1700 pasang. Harapan kita kedepan tentu ini tidak menjadi order pertama ya tapi terus order yang berkelanjutan,” imbuhnya.

Baca Juga  Wakil Bupati Sumedang Buka Bazar Ramadan Festival UMKM di Desa Cibeusi

Nana berharap ke depannya tidak hanya di IPDN, tapi juga sejumlah kampus lainnya yang ada di Kabupaten Sumedang dapat membeli kaos kaki dari Kampung Kaos Kaki Sumedang.

“Dan ini kesempatan perguruan tinggi di Jatinangor dan sekolah sekolah untuk merangkul dan memberdayakan UMKM. Sehingga mereka bisa terus berkembang dan berdaya saing,” tandasnya. ***

Tinggalkan Balasan