Menu

Mode Gelap

PENDIDIKAN · 3 Okt 2022 11:46 WIB ·

Kadisdik Sumedang Pastikan Tenaga Guru Honorer Telah Sesuai Aturan, Ini Rumusnya

Reporter: IWAN RAHMAT | Editor: Fitriyani Gunawan


 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Agus Wahidin Perbesar

Iwan Rahmat/SO/SUMEDANG ONLINE
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Agus Wahidin

SUMEDANGONLINE – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Agus Wahidin memastikan jika tenaga honorer pada Dinas Pendidikan sudah sesuai dengan aturan yang berlaku, hal itu menanggapi adanya wacana jika tenaga honorer yang ada di lingkup Dinas Pendidikan jumlahnya berlebih.

Menurut Agus, untuk melihat tenaga honorer pada lingkup pendidikan, tidak bisa dipandang dari satu sudut saja.

“Jadi berbicara honorer ini harus betul-betul komprehensif, artinya yang pertama seolah-olah jumlah tenaga kerja di Dinas Pendidikan itu berlebih. Saya jelaskan bahwa rumus untuk para guru ini, ada rumusnya. Untuk guru SD kan itu ada guru kelas. Jadi kalau SD itu, kalau kelas satunya cuman satu kelas, kelas dua cuman satu kelas, berarti kan ada 6 kelas darii kelas 1 sampai 6. Itu gurunya, wajib guru kelasnya 6, kemudian guru agamanya harus ada, kemudian guru olahraga, penjasnya harus ada. Kepala Sekolahnya harus ada, jadi minimal 9 orang kalau kelasnya ada enam,” tandas Agus pada wartawan SUMEDANGONLINE di ruang kerjanya. Senin, 3 Oktober 2022.

Bahkan jumlah tersebut dipastikan Agus bukan lagi ideal, tapi wajib. “Bukan ideal lagi, itu harus, wajib. Kalau itu dilanggar, yang dilanggar itu konstitusi, mau mencerdaskan kehidupan bangsa bagaimana?” tandasnya.

Dikatakan Agus, berbeda dengan SD, untuk SMP rumus pernghitungan jumlah gurunya berdasarkan jumlah mata pelajaran.

“Jadi kalau SMP beda lagi cara menghitungnya, yaitu (berdasarkan) mata pelajaran. Jadi contoh, SMP 3 Jatinunggal ada tiga kelas, kelas tujuhnya ada satu kelas, kelas 8 ada satu kelas, kelas sembilan ada satu kelas, gurunya tidak bisa tiga orang. Gurunya tetap harus ada 12 orang, karena jumlah mata pelajaran ada 1. Ini yang banyak persepsi, pak itu kebanyakan guru sampai ada 13 sampai 14 padahal kelasnya cuman ada tiga, menghitungnya bagaimana? Kan itu mata pelajaran dan jam mengajar,” jelasnya.

Lain lagi untuk guru di PAUD, guru pengajar untuk PAUD sebut Agus berdasarkan jumlah siswa yang ada yakni satu guru untuk sepuluh siswa. Sehingga, jika ada dalam satu PAUD jumlahnya 30 siswa, maka gurunya ada tiga orang.

“Jadi bukan idealnya, tapi ini harus, karena ini amanat UUD, konstitusi. Mencerdaskan Kehidupan Bangasa ada aturannya, ada UU Pendidikan ada UU Sisdiknas, ada UU Guru dan Dosen kemudian ke bawah-bawahnya mengatur seperti itu. Jadi ada guru kelas, ada guru mata pelajaran, ada jam mengajarnya,” bebernya.

Berkaitan dengan antisipasi membludaknya guru honorer pada satuan pendidikan, Agus memastikan jika di sekolah guru honorer pasti terkendali.

“Karena tidak mungkin kepala sekolah memasukan guru honorer kalau jumlah guru. Misalkan SD guru kelasnya sudah 6. Kalau sudah enam, otomatis guru yang ada akan marah, karena jam mengajarnya akan berkurang, berebut. Kalau jam mengajarnya kurang, otomatis sertifikatnya tidak cair. Jadi disitu sudah ada filter, ada benteng yang otomatis terfilter. Jadi kalau sudah cukup, nggak mungkin ada honorer baru, belum lagi kepala sekolah dipusingkan dengan membayarnya dari mana. Jadi Filter ini bukan hanya aturan, tapi bagaimana guru itu ketercukupan jam mengajarnya. Itu sudah terfilter otomasi, jangan khawatir,” jelas Agus. ***

Artikel ini telah dibaca 70 kali

Baca Lainnya

Perayaan Megah Milad ke-17 Keluarga Mahasiswa Geusan Ulun di IPP Kabupaten Sumedang

14 Juni 2024 - 17:42 WIB

Peringatan Hari Jadi ke-17 Keluarga Mahasiswa Elingga Geusan Ulun (KAMA EGU) dirayakan secara meriah di Pendopo IPP Kabupaten Sumedang. Jumat (14/06/2024).

Suwarno Beberkan Aturan Wajib PPDB di Lingkungan Kemenag Sumedang

12 Juni 2024 - 20:06 WIB

Kasi Pendidikan Madrasah pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumedang, Suwarno menyebutkan Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun Pelajaran 2024/2025 di Lingkungan Kemenag Sumedang wajib menyediakan jalur prestasi 15%, afirmasi 15%, inklusi 10% dan sisanya melalui jalur reguler.

Masuk Seleksi Paskibraka Tingkat Nasional, Sofia Dapat Support Pemkab Sumedang

6 Juni 2024 - 23:40 WIB

Sebagai bentuk dukungan, Sofia beserta orangtua serta sekolah diundang bertemu langsung dengan Pj bupati dan Pj Sekda di Gedung Negara, Rabu (5/6/2024) sore.

Pj. Bupati Sumedang Lepas 440 Calon Jamah Haji Gelombang 2

2 Juni 2024 - 15:24 WIB

Pj Sumedang, Yudia Ramli ddampingi Kepala Kementerian Agama Kabupaten Sumedang melepas sebanyak 440 orang calon jamaah haji asal Kabupaten Sumedang yang tergabung alam gelombang 2 kloter 23 di Halaman Mall Pelayanan Publik Kabupaten Sumedang. Minggu, 2 Juni 2024.

Pasca Umrah Wajib, Kondisi 135 Jamaah Haji KBIH Annur dalam Kondisi Sehat

31 Mei 2024 - 09:17 WIB

Sebanyak 135 orang jamaah haji kelompok terbang (kloter) 8 dari KBIH Annur baru saja menyelesaikan umrah wajib saat tiba di Makkah Arab Saudi. Jumat, 31 Mei 2024 Waktu Arab Saudi.

Ada 93 Kades di Sumedang Diperpanjang 2 Tahun Lagi

31 Mei 2024 - 01:03 WIB

Ilustrasi
Trending di Pilihan Redaksi