Modus Operandi Makin Beragam, Kepala BNN Sumedang: Narkoba Jadi Ancaman Serius Bagi Generasi Muda

Badan Narkotika Nasional Kabupaten Sumedang Workshop Penguatan Kapasitas Kepada Insan Media untuk Mendukung Kota Tanggap Ancaman Narkoba Tahun 2022 di Hotel Puri Katulistiwa Jatinangor Kabupaten Sumedang.
Badan Narkotika Nasional Kabupaten Sumedang Workshop Penguatan Kapasitas Kepada Insan Media untuk Mendukung Kota Tanggap Ancaman Narkoba Tahun 2022 di Hotel Puri Katulistiwa Jatinangor Kabupaten Sumedang.

SUMEDANGONLINE – Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten Sumedang AKBP. Hery Sudrajat mengatakan modus operandi penyalahgunaan Narkoba saat ini makin beragam. Hal ini sebutnya, menjadi ancaman serius bagi generasi muda bangsa Indonesia.

“ini menjadi ancaman serius bagi generasi muda warga, masyarakat, bangsa dan negara. Untuk pencegahan dan edukasi wawasan tentang bahayanya Narkoba bukan hanya pemerintah saja tapi masyarakat juga harus berpartisipatif bersama melakukan upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan Narkoba. Diperlukan pembinaan supaya memiliki kemampuan teknis dan mampu bersinergi,” ujar Hery saat menggelar Workshop Penguatan Kapasitas Kepada Insan Media untuk Mendukung Kota Tanggap Ancaman Narkoba Tahun 2022 di Hotel Puri Katulistiwa Jatinangor Kabupaten Sumedang.

Baca Juga  Warga Antusias Ikut Vaksinasi Covid-19 di Kodim 0610/Sumedang

Dia berharap dari kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman tentang penyalahgunaan Narkoba khususnya bagi insan media di kabupaten Sumedang.

“Selain itu meningkatkan kelompok pegiat dalam kampanye anti-narkoba di lingkuan insan media, serta meningkatkan wawasan teknis guna membantu mensosialisasikan bahaya menggunakan narkoba,” imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Sumedang H. Asep Tatang Sudajana menegaskan akan pentingnya sosialisasi aturan dari yang tertinggi sampai terendah tentang bahaya Narkotika terhadap masyarakat, dan warga juga jangan sampai terjebak oleh para pengedarnya.

Baca Juga  Halodoc Beri Dukungan untuk PERSIB

“Yang mana modusnya para pengedar yakni diawali untuk mencicipinya secara gratis lalu memberikan harga murah. Setelah ketergantungan otomatis akan beli dengan harga berapapun, dan itu hasil analisis ketika turun kelapangan dan itu tipu daya para pengedar,” bebernya.

Prosesnya, kata dia, tidak hanya berhenti disitu tapi berlanjut ke kejahatan yang lainya yang pada akhirnya menimbulkan ketidaknyamanan dan ketertiban daerah.

“Jadi saya berharap media ikut serta berperan sebagaimana ada dalam perda no 21 tahun 2008 kabupaten Sumedang untuk turut serta mensosialisasikan terhadap masyarakat bahanya Narkoba, jangan cuek Bebek,” tandasnya.

Baca Juga  285 Pelajar SMAN 1 Glagah Banyuwangi Kunjungi IPDN

Karena itu lanjut Asep, pihaknya mengajak berbagai pihak untuk memaksimalkan edukasi.

“Minimal ada satu plang yang berisi tulisan Desa Bebas Narkoba sehingga mereka yang bergerak seperti itu akan merasa ketakutan karena merasa ketakutan ketika bawa barang itu,” pungkas dia. ***

REPORTER
: IWAN RAHMAT
EDITOR
: Fitriyani Gunawan
CREDIT FOTO
: Iwan Rahmat/SO
TERBIT
:

Tinggalkan Balasan