Warga Geruduk Kantor ATR/BPN Sumedang: Tuntut Ganti Untung Dampak Tol Cisumdawu

Sejumlah warga kembali menggeruduk Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sumedang menuntut ganti untung dampak tol Cisumdawu.
Sejumlah warga kembali menggeruduk Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sumedang menuntut ganti untung dampak tol Cisumdawu.

SUMEDANGONLINE – Sejumlah warga kembali menggeruduk Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sumedang menuntut ganti untung dampak tol Cisumdawu. Senin, 21 November 2022.

Mereka merupakan warga yang diadvokasi oleh Ormas AMX Sumedang yang notabene lahannya belum diberikan ganti untung dengan menggelar aksi unjuk rasa (unras) di depan Kantor ATR/BPN Sumedang.

Ketua DPC AMX Sumedang, Asep Rahmat mengatakan pihaknya mencoba mengadvokasi beberapa warga yang meminta kejelasan terkait dengan lahan yang belum dibayarkan oleh pihak PPK lahan Tol Cisumdawu.

Baca Juga  Pencegahan HIV/AIDS Perlu Perhatian Khusus

“Salah satunya ada lahan milik Pak Supena di Desa Ciherang, yang mana tanahnya sama sekali tidak dihibahkan untuk tanah kas desa (TKD) justru dipergunakan untuk jalan oleh pihak tol. Dari situ ketika dipakai oleh tol, maka jadi komersil sifatnya. Sedangkan tanah dari klien kami tidak terbayarkan terkesan lama dan tidak ada kejelasan,” kata Asep Rohmat disela aksi.

Baca Juga  Bupati Buka Pertandingan Awal Cabor Gantole

Selain itu ada juga lahan milik Odang di sekitar Sabagi yang berdasarkan data dari hasil ukur BPN seluas 5972 meter persegi. Namun fakta di lapangan juga SPPT dan letter C justru menunjukan bahwa luas tanah yang bersangkutan sekitar 9602 meter persegi dijadikan jalan tol sehingga ada kekurangan luasan sekitar 4 ribu lebih dan hak yang bersangkutan untuk menerima masih ada.

Kendati demikian meski sudah menerima ganti untung, namun yang bersangkutan hanya menerima hasil ukur dari BPN yang seluas 5972 meter persegi.

Baca Juga  Bus Pariwisata Adi Guru Terguling, Korban Luka Berat 15 dan 1 Meninggal

Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Sumedang Iim Rohiman mengatakan keberadaan mereka datang terkait Pengadaan lahan Cisumdawu, tapi karena ini periode yang cukup lama sehingga tidak bisa diputuskan secara sepihak oleh kami. Jadi Kami harus berkoordinasi dengan Pemda, kejaksaan dan lain-lain.

“Alhamdulillah timnya sudah terbentuk oleh Pa Bupati yang kemudian akan ditindaklanjuti oleh rakor permasalahan seperti yang disampaikan dengan mengundang teman-teman AMX dan Hari Jumat besok di IPP akan ditindaklanjuti,” pungkas dia. ***

Tinggalkan Balasan