Turunkan Angka Stunting, 50 Kabupaten/Kota Replikasi Sistem Simpati Milik Pemkab Sumedang

Bupati Sumedang Dony Ahamd Munir saat mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Tingkat Eselon I yang digelar secara virtual bersama para Dirjen dan Deputi di delapan Kementerian. Rabu (11/1/2023).
Bupati Sumedang Dony Ahamd Munir saat mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Tingkat Eselon I yang digelar secara virtual bersama para Dirjen dan Deputi di delapan Kementerian. Rabu (11/1/2023).

SUMEDANGONLINE – Bupati Sumedang Dony Ahamd Munir mengatakan ada 50 kabupaten / kota se Indonesia dipilih oleh pemerintah sebagai pilot replikasi aplikasi Sistem Informasi Penanganan Stunting Terintegrasi (Simpati) milik Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang.

Hal itu dikatakan Dony, saat mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Tingkat Eselon I yang digelar secara virtual bersama para Dirjen dan Deputi di delapan Kementerian. Rabu (11/1/2023).

Pada kesempatan tersebut Bupati Sumedang mengaku bersyukur bisa menerima banyak masukan terkait aplikasi Simpati dari pemerintah pusat terutama dari Bappenas dan Kemenkes RI.

Baca Juga  Di sini Doamu dan Esa akan Melakukan Salat Ied

Menurutnya, berbagai masukan tersebut sangat penting untuk penyempurnaan aplikasi Simpati sehingga bisa ‘replicable’ untuk kabupaten kota yang telah ditetapkan.

“Alhamdulillah, dari para deputi dan Dirjen tadi mengapresiasi apa yang diikhtiarkan oleh Sumedang kaitan aplikasi Simpati dan berbagai hal lainnya,” katanya.

Dirjen Kesmas diwakili Direktur Gizi dan KIA sebagai Ketua Tim Kerja Penurunan Stunting Yuni Zahraini menyampaikan, 50 kabupaten/kota tersebut terdiri dari 32 Kabupaten dan 18 kota dari 12 provinsi prioritas yakni Aceh, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur,  NTT, NTB, Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Sulawesi Tenggara.

Baca Juga  Tol Cisumdawu Dibangun, Sumedang Kudu Punya Daya Tarik

“Mengikuti arahan Presiden kepada Menteri Kesehatan, aplikasi Simpati ini akan di-‘scale up’ ke 50 kabupaten kota yang sudah siap SPBE-nya serta dilihat dari pertimbangan data stunting-nya,” ujarnya.

Baca Juga  Peringati Harganas, Pemkab Sumedang Gelar Baksos dan Pelayanan KB Gratis

Dikatakan Yuni, aplikasi Simpati yang ada di Sumedang oleh tim Digital Transformation Office (DTO) Kementerian Kesehatan sudah dibahas agar fitur-fiturnya dikembangkan lagi.

“Dashboard aplikasi Simpati sangat fokus stunting dan interaktif. Tapi ada potensi improvement aplikasi ini dengan scale up dasboard simpati dalam ASIK dengan data injeksi ePPGM dan pengembangan fitur Simpati,” katanya.***

REPORTER
: IWAN RAHMAT
EDITOR
: Fitriyani Gunawan
CREDIT FOTO
: sumedangkab
TERBIT
:

Tinggalkan Balasan