Seniman Sumedang saat unjuk kabisa di depan Presiden Joko Widodo.

Tangkapan Layar Youtube Petiga TV/SUMEDANG ONLINE

Seniman Sumedang saat unjuk kabisa di depan Presiden Joko Widodo.

Tari Kolosal Seniman Sumedang Bikin Kagum Presiden Joko Widodo

SUMEDANGONLINE – Presiden Joko Widodo terlihat beberapa kali bertepuk tangan saat menyaksikan secara langsung penampilan para seniman seniman seniwati asal Kabupaten Sumedang dalam teatrikal kolosal pada peringatan Hari Lahir ke-50 Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di ICE BSD, Tangerang, Jumat (17/2/2023).

Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir mengaku banyak menerima pujian atas penampilan seniman Sumedang pada tarian dan musik kolosal tersebut.

“Di depan presiden tampil, depan Pak Menkopolhukam, Menteri Pertahanan, berbagai menteri lain dan semua bilang, termasuk barusan Mensesneg bilang ke saya Sumedang hebat,” ujar Dony Ahmad Munir.

Menurut Bupati Sumedang, semua yang ditampilkan sesuai harapan dan tidak mengecewakan dirinya selaku pengasuh acara.

“Semuanya bagus. Koreografinya luar biasa tadi. Pakaiannya, gerakannya. Kemudian backgroundnya di LED itu nyambung banget dengan pakaian,” katanya.

Hal tersebut sesuai dengan tagline yang diusung yakni be the best , be the first dan be different .

“Jadi ada pembeda. Ini berwarna dan penuh makna acaranya,” kata bupati.

Ujang Supriatna selaku sutradara mengaku sangat bangga karena penampilan timnya mendapat apresiasi dari banyak pihak. Menurutnya, dukungan dari semua yang terlibat, khususnya Bupati, sangat menentukan keberhasilan mereka.

“Alhamdulillah penampilan tadi sesuai dengan harapan sehingga banyak menuai pujian. Terima kasih Pak Bupati atas dukungannya. Terima kasih kepada semuanya,” katanya.

Ia menyebutkan, tari kolosal tersebut melibatkan 50 orang penari dari berbagai sanggar dan 10 orang pemusik.

“Jumlah penari sesuai dengan peringatan ke-50 PPP. Semua di bawah arahan Bob Rian Diana selaku Penata Tari. Adapun Penata Musiknya yaitu Taufik Chadiansyah dan Asep Solihin,” ujar Ujang yang akrab disapa Ujang Bejo.

Dikatakan Ujang, pertunjukan berlangsung sekitar 10 menit atau 5 menit lebih pendek dari versi sebelumnya.

“Jadi sebelumnya kami pernah tampil di Alun-alun Sumedang pada 15 Januari dengan durasi lebih lama. Waktu itu Ketua Umum PPP yang turut hadir meminta kami untuk tampil di puncak Harlah PPP,” ujar Ujang.

Oleh karena itu, untuk mempersiapkannya ia tidak membutuhkan waktu yang cukup lama karena pernah tampil sebelumnya.

“Untuk yang sekarang proses latihannya sekitar satu minggu. Kita lakukan beberapa penyesuaian dari versi sebelumnya. Selain perubahan durasi, jumlah penari juga ditambah dari 30 menjadi 50 orang,” katanya. ***