Menu

Mode Gelap

SUMEDANG · 29 Okt 2023 21:58 WIB ·

Pasar Pasisian Leuweung Mata Air Cikandung Sumedang, Bisa Jadi Triger Kebangkitan Ekonomi dan Wisata

Reporter: IWAN RAHMAT | Editor: Fitriyani Gunawan


 Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat membuka Kegiatan Pasar Pasisian Leuweung Perbesar

Iwan Rahmat/SUMEDANG ONLINE
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat membuka Kegiatan Pasar Pasisian Leuweung "Mata Air Cikandung". Bertempat di Objek Wisata Mata Air Kandung Desa Nyalindung Kecamatan Cimalaka.

SUMEDANG – Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat membuka Kegiatan Pasar Pasisian Leuweung “Mata Air Cikandung”. Bertempat di Objek Wisata Mata Air Kandung Desa Nyalindung Kecamatan Cimalaka.

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Cabang Dinas Kehutanan Wilayah IX Jawa Barat bekerjasama dengan Desa Nyalindung Kecamatan Cimalaka dihadiri Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sumedang, Camat Cimalaka.

Kegiatan pembukaan Pasar Pasisian Leuweung Mata Air Cikandung juga diisi dengan berbagai lomba pengenalan pohon, lomba menari, dan mewarnai.

“Kegiatan hari ini adalah kerjasama dengan Cabang Dinas Kehutanan Wilayah IX. Kegiatan ini sudah dilakukan dua kali Dinas Kehutanan mengadakan agenda pasar Leuweung ini guna meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar. Dimana ini adalah salah satu program Desa guna mendongkrak ekonomi masyarakat selain itu dapat meningkatkan wisata lebih terkenal. Dan mudah mudahan ada efek baik untuk meningkatkan ekonomi masyarakat ini salah satu langkah untuk mendobrak masyarakat atau membuat partisipasi masyarakat agar eksis dan dapat memanfaatkan kegiatan ini,” ujar Kepala Desa Nyalindung Budi Yanto.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat Dodit Ardian Pancapana mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pihaknya untuk membangkitkan ekonomi lokal.

“Ini namanya program pasar leuweung, pasar yang ada di pinggir hutan, ini adalah salah satu ikhtiar bagi kita untuk membangkitkan ekonomi lokal. Hari ini fenomena yang ada, mall itu kosong artinya apa, engga mau beli? Engga juga, orang pengen belanja. Artinya apa? Hari ini Sabtu Minggu itu, dan banyak dimana mana di seluruh penjuru Indonesia itu ada yang namanya pasar tumpah, Sabtu Minggu. Cuma apa? Pasar Sabtu itu bagus, murah warga menikmati, cuma kan di jalan. Nah hari ini kita dorong supaya warga masyarakat, pedagang itu tidak dikejar kejar, ditertibkan dan lain sebagainya, adakan saja di pasisian Leuweung, biar tidak di jalan tidak melanggar,” ungkapnya.

Dia berharap dengan konsep seperti itu petani hutan yang tadinya hanya menanam dan memelihara pohon dan panennya diambil oleh bandar. Jika telah ada pasar, dia berharap mereka dapat menjualnya langsung ke konsumen.

“Ditambah dengan adanya hiburan lokal, misalnya organ tunggal, kuda renggong dan sebagainya itu tujuannya untuk membangkitkan ekonomi. Rencana yang kita lakukan hari ini adalah memicu, menyemangati wilayah desa, menyemangati warga masyarakat Cikandung,” jelas dia.

Keberlanjutan Pasar Pasisian itu pun bergantung pada mnasyarakat sebagai pengelolanya secara langsung, meski demikian dia berharap kegiatan yang dilaksanakan hari ini merupakan triger dan menjadi penyemangat kebangkitan ekonomi di Cimalaka.

“Mudah-mudahan saya berharap ini jadi triger, jadi penyemangat akan semakin membesar untuk kebangkitan ekonomi di Cimalaka. Apalagi ada jalan tol bisa datang kesini, namanya apa? Forum pengkolan jati, nah ini sangat potensi,” pungkas dia.

Salah satu stand milik Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sumedang ikut andil dalam kegiatan di Pasar Pasisian Leuweung “Mata Air Cikandung”.

“Kita menghadiri pasar Leuweung yang di prakarsai oleh temen temen dari dinas provinsi bekerjasama dengan cabang dinas wilayah IX. Adapun kami dari Dinas Pertanian atau Pemerintah Kabupaten Sumedang ikut andil dalam pasar Leuweung ini yaitu, kita menggelar produk pertanian, holtikultura, sayur sayuran, kemudian juga kita mendagangkan atau terkait dengan kebutuhan masyarakat seperti sembako diantaranya beras, beras yang sekarang ini di cuaca kemarau atau di iklim elnino ini dalam rangka penanganan inflasi daerah kita menjual beras SPHP. Kemudian menjual minyak menjual gula, tepung terigu, dll dengan harga murah, untuk kebutuhan masyarakat terutama masyarakat sekitar di acara kegiatan ini, tentu mungkin, ucapan terima kasih juga kepada pemerintah provinsi telah memfasilitasi kegiatan ini,” ujar Kabid Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Iwan Gustiawan. ***

Artikel ini telah dibaca 4 kali

Baca Lainnya

Melalui Program SAMAWANA, Pj. Bupati Sumedang Sumbang Bibit Ayam Ternak

22 Juni 2024 - 03:43 WIB

Yudia Ramli selaku Pj. Bupati Sumedang menyerahkan langsung bibit ayam ternak tersebut saat saat melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Cimalaka. Jum'at (21/6/2024).

Pj Bupati Sumedang Puji Program SAMAWANA, Berharap Dapat Diikuti Kecamatan Lainnya

21 Juni 2024 - 20:26 WIB

Pj Bupati Sumedang Yudia Ramli saat meninjau pengelolaan perkebunan pisang di Desa Cibeureum Kulon, Kecamatan Cimalaka dalam program Sehari Bersama Warga nu Nyata Mangpaatna (SAMAWANA). Jumat (21/6/2024).

Peringatan 2 Tahun SCC, Diisi Pasar Seni Ekonomi Kreatif Sumedang 2024

21 Juni 2024 - 15:21 WIB

Penjabat Bupati Sumedang, Yudia Ramli, hadir dalam perayaan Hari Ulang Tahun ke-2 Gedung Sumedang Creative Center (SCC). Kamis, 20 Juni 2024.

Pj Bupati Sumedang, Apresiasi Kinerja Satpol PP, Satlinmas dan Damkar

20 Juni 2024 - 16:24 WIB

Seremonial Pemusnahan Rokok Ilegal dan Minuman mengandung ethil Alkohol di Lapang Upacara Pusat Pemerintahan Sumedang. Kamis, 20 Juni 2024.

Peringatan HUT SatpolPP di Sumedang, Rokok Ilegal dan Miras Dimusnahkan Kerugian Negara Tembus Rp12 M

20 Juni 2024 - 16:09 WIB

Seremonial Pemusnahan Rokok Ilegal dan Minuman mengandung ethil Alkohol di Lapang Upacara Pusat Pemerintahan Sumedang. Kamis, 20 Juni 2024.

Kemasan Daging Kurban di Sumedang Pakai Bongsang Tahu

18 Juni 2024 - 22:44 WIB

Bongsang Tahu jadi alat kemasan Daging Kurban di Masjid Agung Sumedang.
Trending di SUMEDANG