20 Mar 2024 15:03 WIB | PENULIS: Fitriyani Gunawan | EDITOR: Fitriyani Gunawan
Kasi Pendidikan Diniyahdan Pondok Pesantren pada Kantor Kemenag Kabupaten Sumedang H. Agus
Iwan Rahmat/SUMEDANG ONLINE
Kasi Pendidikan Diniyahdan Pondok Pesantren pada Kantor Kemenag Kabupaten Sumedang H. Agus

SUMEDANG – Kasi Pendidikan Diniyahdan Pondok Pesantren pada Kantor Kemenag Kabupaten Sumedang H. Agus menyebutkan berdasarkan data dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumedang saat ini Pondok Pesantren di Kabupaten Sumedang berjumlah 298 lembaga tersebar di 26 Kecamatan se- Kabupaten Sumedang. Rabu, 20 Maret 2024.

“Dari 298 lembaga kami mendapatkan tanggung jawab kepada yang 298 ini. Mengingat apa? Karena mereka itu mengusulkan untuk Izop (Izin Operasional). Nah dengan adanya ijin operasional. Kami wajib membina. Pembinaan salah salah satunya banyak disamping pertama harus memenuhi persyaratan, karena rukun pesantren itu ada 5 yang pertama ada kyainya, ada ustaznya, ada masjidnya, ada santrinya, ada materi yang dipelajari yaitu kitab kuning,” ungkap Agus.

Sehingga sebut dia, yang tak memenuhi rukun pesantren itu tidak bisa dikatakan sebagai pesantren.

“Artinya kami tidak bisa mengeluarkan izin kalau tidak memenuhi persyaratan itu. Dengan adanya persyaratan itu; makanya Alhamdulillah sekarang dengan adanya aplikasi yang disebut Emis. Jadi yang 298 ini masuk kepada Emis. Kewajiban kami mereka memohon izin kami memenuhi memberikan izin dengan setelah diverifikasi dari persyaratan-persyaratan yang mereka ajukan,” imbuhnya.

Dia juga mengingatkan agar pesantren berkewajiban untuk mengisi Emis, jika dalam dua tahun tidak mengisi Emis, maka otomatis akan gugur.

“Makanya diingatkan, santrinya kan fluktuatif yang namanya santri kadang ini kadang gitu kan, makanya kita bina mereka pembinaan itu masalah satu kelembagaan manajemen itu seperti apa, harus di meminij dari sisi kelembagaannya, pengelolaannya. Terus masalah sekarang dengan ramah anak, ramah anak yang dimaksud di pesantren adalah anak itu mereka mendapatkan santrinya jadi dari sisi tempat harus memadai harus mumpuni, mck-nya, tempat tidurnya dan sebagainya. nah tanda petik bentuknya seperti apa menghindari dari tikar atau papan atau apa yang penting bisa diterima, tapi mumpuni jangan sampai ini kualitas 50 datang 70 itu kan menjadi mudarat kecuali kalau ada pengembangan pengembangan lainnya diantaranya jadi yang ramah,” sambungnya. ***

Install SUMEDANGONLINE MOBILE
| Advertorial