Bikin Paspor Cukup Di Mal Pelayanan Publik Sumedang

Pj Bupati Sumedang didampingi Plh Sekda Sumedang meresmikan loket layanan Imigrasi Kekas I TPI Bandung pada Mal Pelayanan Publik Kabupaten Sumedang di MPP Kabupaten Sumedang. Selasa, 23 April 2024.
Iwan Rahmat/SUMEDANGONLINE
Pj Bupati Sumedang didampingi Plh Sekda Sumedang meresmikan loket layanan Imigrasi Kekas I TPI Bandung pada Mal Pelayanan Publik Kabupaten Sumedang di MPP Kabupaten Sumedang. Selasa, 23 April 2024.

SUMEDANG – Pj Bupati Sumedang didampingi Plh Sekda Sumedang meresmikan loket layanan Imigrasi Kekas I TPI Bandung pada Mal Pelayanan Publik Kabupaten Sumedang di MPP Kabupaten Sumedang. Selasa, 23 April 2024.

“Hari ini Pemerintah Kabupaten Sumedang telah memiliki satu loket layanan Imigrasi di Mall Pelayanan Publik Kabupaten Sumedang. Ini adalah bagian dari fungsi Pemerintah dalam mendekatkan pelayan Publik agar pelayan Publik ini dirasakan bisa lebih cepat dan lebih mudah. Tadinya warga masyarakat Sumedang ini harus ke kota Bandung untuk mengurus imigrasi, saat ini tidak perlu, karena hari ini sudah Lounching. Kita memang sudah memiliki Pelayanan MPP itu 107 Pelayanan dari 331 macam pelayan. Dan ada lebih sekarang ketika lounching ini sekaligus Lounching juga pasport terbaru namanya pasport elektronik kelebihannya itu desain yang bagus, tetapi juga pasport ini tidak mudah dipalsukan. Terimakasih kepada Kementerian Humkam Kanwil Provinsi Jawa Barat Kantor Imigrasi I TPI Bandung telah bergabung dengan kami bersinergi dengan kami menyelenggrakan tata kelola Pemerintahan,” ujar Yudia Ramli selaku Pj Bupati Sumedang.

Baca Juga  Wakapolda Jabar Tinjau Perbaikan Tol Cisumdawu Seksi 2 di Sumedang

Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bandung Agung Pramono menyebutkan proses permohonan pembuatan pasport sudah sesuai dengan standar pelayanan yang sudah ada yakni mulai dari proses wawancara, pengambilan poto kurang lebih 10 menit.

“Dan kita harus pertanyaan juga mendalami jangan sampai bikin pasport tersebut melakukan hal- hal yang kurang baik diluar negeri nanti. Oleh karena itu adanya wawancara kepada pembuat pasport dan mengecek juga si pemohon ini masuk dalam daftar kritis atau tidak seperti itu. Kami butuh waktu mendalami wawancara kepada si pemohon paspor untuk mendalam apa maksud dan tujuan masyarakat Indonesia membuat pasport, karena sekarang banyak masyarakat kita yang ikut dalam kategori perdagangan orang seperti itu. Jadi kita melindungi masyarakat kita jangan sampai tertipu juga kepada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang nemberangkatkan ke luar negeri, kemudian di luar negeri melakukan hal hal yang mungkin merugikan pemerintah kita juga,” ujar Agung.

Baca Juga  Tiba di Bekasi Calon Jamaah Haji Sumedang Langsung Tes Kesehatan

Untuk pembuatan paspor sebndiri sebut dia masih dibatasi kuoata antara 30-50. “Nanti melihat antusias kedepannya dalam pembuatan pasport disini karena keterbatasan sumber daya manusia juga, sementara kami buka di Mall Pelayanan Publik di Sumedang seminggu 2 hari yakni hari selasa dan jumat. Untuk biaya pembayaran semua dilakukan dengan online melalui atm, M banking, indomaret, toko pedia juga bisa. jadi tidak ada pembayaran di kami, setelah melakukan proses poto dan wawancara akan diberikan briling silahkan masyarakat memilih pembayarannya dan biaya sudah jelas untuk pasport biasa Rp. 350 ribu dan pasport elektronik Rp650 ribu,” pungkasnya. ***

Baca Juga  Hari ini, dua rumah dan satu saung di Darmaraja ludes terbakar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin menerima update terbaru dari SUMEDANGONLINE OK TIDAK