Pj. Bupati Sumedang Tak Hadiri Saresehan, Nonoman RWS Ngaku Kecewa

Nonoman Bendahara Umum Puseur, Agus Muslim
Iwan Rahmat Purnama/SUMEDANGONLINE
Nonoman Bendahara Umum Puseur, Agus Muslim

SUMEDANG – Yudia Ramli yang dilantik sebagai Penjabat (Pj) Bupati Sumedang pada Sabtu 20 April 2024 oleh Pj Gubernur Jabar Bey Machmudin di Gedung Sate, tak menghadiri acara “Saresehan” Transformasi Kerajaan Sumedang Larang Penerus Kerajaan Padjadjaran yang diselenggarakan Rukun Wargi Sumedang di Gedung Negara Sumedang. Minggu, 21 April 2024.

Absennya orang nomor 1 di Sumedang itu mendapatt kiritik keras dari Nonoman Bendahara Umum Puseur, Agus Muslim. Dia mengaku kecewa, atas ketidakhadiran Pj. Bupati Sumedang tersebut.

“Saya kecewa dengan Pj. Bupati Sumedang, kami di sini sedang Saresehan bagaimana budaya itu menyangkut kehidupan kami hari ini dan ke depan kami berharap banyak kami itu ngobrol, kalau dia tidak hadir akibat tugas yang lain, boleh, tapi dia tidak hadir dengan alasan jalan-jalan ke Jatigede ini acara Pemerintah Sumedang dan dia kepala Pemerintahan. Saya malu dengan TNI/ Polri dengan undangan yang lain hadir. Ini malahan jalan-jalan ke Jatigede dan khusus Jatigede bagi kami masalahnya sensitif sekali? Kenapa, karena disana ada makam leluhur kami sebetulnya, hati ini enggak rela. Tapi kami ikhlaskan untuk Negara Republik Indonesia pek dikeumplang karena itu keur kemaslahatan kabeh. tapi hate mah, jadi intinya kami ini ingin diubaran lah, jadi beri kami harapan kedepan biar kami tidak ingat makam leluhur kami hilang gak mungkin kami nyelam kan begitu,” ujar Agus Muslim.

Baca Juga  Jelang Idul Fitri 1445 Satpol PP Sumedang Siagakan Damkar

“Besok ini, harapan Sumedang ini jadi kota Internasional wajar kalau kami menuntut, kenapa? Bupati Sumedang, DPR Sumedang, pejabat Sumedang itu kan dipilih orang Sumedang, besok urang Sumedang tenggelam habis Bupati kan bukan mereka. Ini kan urusan bersama, Pemerintah dengan masyarakat ingat Pemerintah itu bukan penguasa, kedaulatan itu ada di kami, ini apa alasannya jadi satu kecewa. Kedua itu alasannya, ketiga kami ingin tanya apa alasannya membatalkan kehadiran Pj Bupati Sumedang dia malah jalan-jalan ke Jatigede. Saya akan tanya dan silakan melalui media, Apakah ini menyepelekan kami dan tidak mau berhubungan komunikasi dengan kami bilang sama saudara Yudia yang katanya Pj Bupati Sumedang,” tandasnya.

Dalam kegiatan tersebut tampak hadir Tokoh Masyarakat Sumedang, Nonoman Bendahara Umum Puseur, Sekcam Sumedang Selatan, Danramil Sumedang Kota, Kalpolsek Sumedang Selatan, Disbudparpora Kabupaten Sumedang serta tamu undangan lainnya.

“Kegiatan ini dalam rangka saresehan Rukun Wargi Sumedang Cabang, kami atas nama RWS Cabang Sumedang mengucapkan sebelumnya Minal Aidzin Wal faizin dan Alhamdulillah dari Hari Jadi Sumedang ini yang ke 446, kami dari keturunan Kerajaan Sumedang Larang dengan tujuan saresehan untuk mempresentasikan antara ruruhan, kemandalaan dan bubuyutan. Dimana kegiatan ini yang hadir ada 26 Kemandalaan 26 Kecamatan jadi rurukan, bubuyutan dan kemandalaan itu dari 270 desa,” ujar Supriatna Aviv selaku Ketua RWS Cabang Sumedang.

Baca Juga  Yadi sebut tak ada Calon Tunggal di PDI Perjuangan Kabupaten Sumedang

Dikatakan dia, fungsi daripada RWS untuk memperkenalkan bahwa kita adalah keturunan-keturunan leluhur Pangeran Sumedang. Jadi di anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga bahwa leluhur kami dari eyang aji putih dan sekh Datuk Kahpi.

“Nah ini yang menjadi wargi-wargi kita ada di Sumedang harus mengetahui bahwa memang sejarah kembali terulang lagi, bahwa memang penerus Padjadjaran adalah kami semua. Jadi kami semua keturunan-keturunan itu yang dibungkus atau dibeungkeut dari lembaga yaitu RWS dan termasuk Yayasan Pangeran Sumedang. Yayasan Pangeran Sumedang dan RWS yang tidak bisa dipisahkan. Harapannya untuk kami bahwa Kewargian yang ada di 270 Desa, 26 Kecamatan antara kemandalaan, rurukan dan bubuyutan itu mengetahui tentang sejarah yang seaslinya. Makanya, mohon maaf itu di judulnya “Inggis Ku Bisi Rempan Ku Basa Palias Jati Kasilih Ku Junti Lojor Teu Meunang Diteukteuk Pondok Teu Meunang Disambung Saujratna,” ungkapnya.

Tokoh Masyarakat Sumedang Sonia Sugian mengatakan, berpendapat sarasehan budaya sebagai salah satu rangkaian dari peringatan hari jadi Sumedang di mana sebelum-sebelumnya ada beberapa rangkaian acara dan nanti puncaknya itu pada tanggal 28 April ada kiirab Panji, kirab mahkota dan kegiatan yang lainnya.

Baca Juga  ADD, Tidak Berkurang. BPKAD: Pengelolaan Oleh Desa

“Saya hadir di acara ini sebagai undangan untuk memberikan apresiasi sebagai tokoh perempuan Sumedang, dimana hari ini juga bertepatan dengan hari Kartini di mana ketokohan perempuan itu baik di dalam budaya di dalam pendidikan maupun di dalam bidang politik itu memang tidak terlepaskan. Saya memberikan apresiasi terhadap kegiatan ini karena kegiatan ini penting, supaya apa, supaya urang Sumedang semakin diingatkan dan diingatkan tentang siapa kita, bagaimana sejarah kita, apa yang harus kita lakukan esok untuk Sumedang. Tadi dibahas beberapa pokok pembahasan mulai dari silsilah bagaimana kewargian Sumedang, kemudian bagaimana Sumedang bahwa ke depan itu harus lebih baik. Bagaimana kita sebagai warga Sumedang itu harus mempunyai kecintaan terhadap tanah air kelemah cai urang termasuk juga bagaimana peran serta kita sebagai warga negara sebagai tokoh budaya bisa berkontribusi untuk memberikan sumbangsih yang berarti untuk Kabupaten Sumedang,” pungkasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin menerima update terbaru dari SUMEDANGONLINE OK TIDAK