(Kiri) Foto Baliho pasca pemasanga. (kanan) Lokasi Baliho yang hilang.

DOk. h2c/SUMEDANG ONLINE

(Kiri) Foto Baliho pasca pemasanga. (kanan) Lokasi Baliho yang hilang.

Ketua Relawan H2C Sebut Banyak Spanduk Kang Haji Hery Raib

SUMEDANG – Fernando selaku Ketua Relawan Hery Hartawan Center (H2C) menyebutkan sejumlah spanduk dan baliho Bakal Calon Bupati Sumedang Dr. H. Hery H, SH., M.Kn, hilang dari tempat setelah mereka pasang.

Sedikitnya sebut Fernando ada 7 titik lokasi dimana baliho dan spanduk tersebut dinyatakan raib.

“Saya sudah merasa geram karena ini sudah kejadian ke tiga kalinya spanduk atau baliho Kang Haji Hery yang sudah dipasang di 7 titik ini hilang,” ujar Fernado dalam keterangannya. Kamis (11/07/2024).

Hingga saat ini mereka belum mengetahui siapa pelaku yang menyabotase baliho Kang Haji Hery tersebut.

“Kami awal memasang spanduk atau baliho ini pada tanggal 03 Juli 2024, setelah mendapatkan informasi dari tim bahwa spanduk atau baliho ini terjadi hilang kembali pada saat 9 Juli 2024 di 7 titik yang sudah dipasang,” jelasnya.

Secara rinci Fernando menyebutkan 7 titik lokasi yang balihonya raib diantaranya di dekat Cimayor (HILANG), dekat Jembatan Gantung Dano (HILANG), Depan Masjid IPP (HILANG), Parigi dekat SMP 2 (HILANG), Depan hotel kencana (HILANG), Gunung Puyuh dekat perum Dago (HILANG) dan Depan Hotel Puri Mutiara (HILANG).

Fernando menegaskan bahwa dalam sudut pandang politik bahwa tindakan seperti ini merupakan sebuah tindakan yang tidak etis.

“Saya sebagai Ketua Relawan Hery Hartawan Center (H2C) merasa kecewa atas kejadian yang terulang kembali seperti ini,” pungkasnya

Fernando menambahkan, hilangnya spanduk atau baliho Kang Haji Hery bersama Bapak Presiden terpilih Prabowo Subianto diduga kuat dilakukan oleh lawan politik yang tidak ingin melihat spanduk atau baliho Kang Haji Hery terpasang.

Karena itu, Fernando mengimbau kepada seluruh team Relawan H2C untuk bisa lebih memantau dan mengamankan spanduk atau baliho yang sudah terpasang ini, jangan sampai kejadian ini terulang kembali.

“Melihat kondisi yang sudah ke 3 kali nya terjadi ini, yang saya inginkan adalah persaingan secara sehat, jangan sampai merugikan lawan politik (atau kami),” tegasnya. ***