Irjen Kemenag Tinjau Kesiapan Haji 2025 di Donohudan: Fast Track Cepat, Layanan Ramah, Makanan Enak Sekali

“Hasil pemantauan menunjukkan, satu jemaah hanya butuh waktu sekitar satu menit untuk proses imigrasi. Bahkan bisa lebih cepat jika sudah rekam sidik jari. Satu kloter bisa selesai kurang dari satu jam.” - Khairunas -

Irjen Khairunas berdialog dengan jemaah haji sebelum meninjau layanan fast track Mecca Route
MCH 2025/SUMEDANGONLINE
Irjen Khairunas berdialog dengan jemaah haji sebelum meninjau layanan fast track Mecca Route

Solo Inspektur Jenderal Kementerian Agama, Khairunas, melakukan kunjungan langsung ke Embarkasi Haji Donohudan, Solo, untuk memastikan seluruh layanan haji tahun 2025 berjalan optimal. Dalam kunjungan tersebut, Irjen mengecek berbagai aspek penting, mulai dari jalur fast track, kesiapan petugas, hingga kualitas dapur katering.

Fast Track Efisien, Kloter Selesai di Bawah 1 Jam

Di jalur fast track Mecca Route Bandara Adi Soemarmo, Khairunas memantau langsung proses keimigrasian jemaah yang dilakukan oleh petugas dari Pemerintah Arab Saudi. Ia menyebutkan bahwa sistem fast track yang sudah memasuki tahun kedua ini sangat efektif mempercepat proses keberangkatan.

“Hasil pemantauan menunjukkan, satu jemaah hanya butuh waktu sekitar satu menit untuk proses imigrasi. Bahkan bisa lebih cepat jika sudah rekam sidik jari. Satu kloter bisa selesai kurang dari satu jam,” ujarnya.

Ia juga memberikan perhatian khusus kepada jemaah lansia dan pengguna kursi roda, memastikan fasilitas dan pendampingan yang mereka terima layak dan maksimal.

Asisten Manajer Mecca Route dari Arab Saudi, Abdulillah, turut menyampaikan semangat yang sama. “Spirit kami adalah melayani jemaah sebaik mungkin. Ini tugas kehormatan,” katanya.

Petugas Siap Layani Sepenuh Hati

Dalam arahannya kepada jemaah, Irjen Khairunas menegaskan bahwa seluruh petugas haji telah dipersiapkan untuk melayani dengan profesional dan penuh empati.

“Jangan segan meminta bantuan. Petugas sudah menunggu di sana. Kita ingin jemaah merasa nyaman, senyum, aman, dan bahagia,” ucapnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga stamina, terutama menjelang puncak haji di Arafah. “Jaga kondisi fisik. Jika butuh bantuan, ada petugas kloter dan tenaga medis yang siap sedia,” tambahnya.

Khairunas mengimbau jemaah agar mengenali sistem syarikah melalui simbol pita warna, menjaga kekompakan rombongan, dan lebih fokus pada niat ibadah daripada urusan belanja.

Wukuf Prioritas, Jangan Ada yang Tercecer

Dalam pembinaan kepada petugas haji gabungan, Irjen menekankan pentingnya memastikan seluruh jemaah dapat mengikuti wukuf di Arafah.

“Haji itu Arafah. Jangan sampai ada satu pun jemaah tercecer. Ini tugas mulia dan amanah besar,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa banyak jemaah, bahkan yang berusia lebih dari 100 tahun, sangat bergantung pada bantuan petugas. “Luruskan niat. Allah melihat apa yang kita lakukan,” pesannya.

Makanan Halalan Thayyiban, “Enak Sekali!”

Selain itu, Irjen Khairunas juga meninjau langsung dapur katering di Asrama Haji Donohudan. Ia menekankan pentingnya menyajikan makanan yang tidak hanya halal secara bahan, tetapi juga thayyib dalam proses pengolahan.

“Pastikan makanan selalu fresh, bersih, dan dimasak dengan hati yang berzikir. Kita melayani tamu Allah, bukan sekadar memasak,” ucapnya kepada para kru dapur.

Respons jemaah pun sangat positif. Suharno, jemaah asal Surakarta, saat ditanya soal makanan dengan antusias menjawab, “Makanan di sini enak dan enak sekali!”

Kunjungan Irjen Khairunas ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjamin kualitas layanan haji, mulai dari proses keberangkatan, ibadah, hingga kebutuhan dasar jemaah. Harapannya, seluruh jemaah Indonesia dapat menjalani ibadah haji dengan nyaman, aman, dan mabrur.***

Disclaimer: Iklan atau Konten dalam kotak ini bukan dibuat oleh Redaksi, tetapi pihak ke-tiga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin menerima update terbaru dari SUMEDANGONLINE Terima Tidak