MAKKAH, 29 Mei 2025 – Dalam derasnya arus jemaah haji asal Indonesia yang mayoritas menunaikan haji Tamattu’, terselip kisah unik dan menyentuh dari sepasang ayah dan anak asal Turikale, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Mereka memilih menempuh jalan yang berbeda—Haji Ifrad—sebuah pilihan yang menuntut kesabaran, ketekunan, dan keteguhan niat.
Adalah Muhammad Nasir (59) dan putrinya, Aulia Purnamasari Nasir (26), yang sejak meninggalkan tanah air pada 17 Mei 2025, sudah menata hati untuk menjalani haji dalam keadaan ihram sejak dari pesawat yang melintasi Yalamlam, miqat udara bagi jemaah dari Indonesia. “Kami sudah berniat ihram sejak dari pesawat. Sejak itu, semua larangan ihram berlaku bagi kami,” tutur Nasir, yang sehari-hari berdagang gorden di kampung halamannya.
Dengan hanya membawa dua set pakaian ihram, Nasir konsisten menjaga dirinya dari pelanggaran. Ia tidak memakai penutup kepala, tidak memakai wangi-wangian, bahkan memilih tidak menggosok gigi karena khawatir berdarah. “Alhamdulillah, mulutnya tidak bau,” ucapnya berseloroh sambil tertawa kecil.
Aulia, sang putri, juga tidak kalah teguh. Dalam balutan ihram putih yang menjadi tradisi keluarganya, ia mengikuti jejak sang ayah dalam menahan diri dari hal-hal yang membatalkan ihram. “Kami membawa pakaian putih saja, dan sering mencuci sendiri di kamar. Saya juga tidak menawar barang saat belanja agar tidak masuk dalam perdebatan,” jelas Aulia, yang sehari-hari berprofesi sebagai guru Bahasa Inggris dan seorang ibu dari satu putri berusia dua tahun.


















