Vina, Jemaah Haji Termuda Jawa Tengah: Menjawab Panggilan Suci di Usia 18 Tahun

“Jika belum dipanggil Allah, sehebat apapun usaha seseorang, ia tidak akan sampai ke Baitullah. Tapi kalau Allah sudah mengundang, jalan itu pasti ada.” - Levina Istiazah -

Levina Istiazah atau yang akrab disapa Vina, mencatatkan kisah istimewa sebagai jemaah haji termuda asal Jawa Tengah.
Istimewa/SUMEDANGONLINE
Levina Istiazah atau yang akrab disapa Vina, mencatatkan kisah istimewa sebagai jemaah haji termuda asal Jawa Tengah.

Di usia belia 18 tahun, Levina Istiazah atau yang akrab disapa Vina, mencatatkan kisah istimewa sebagai jemaah haji termuda asal Jawa Tengah. Ia menunaikan ibadah haji tahun 1446 H/2025 M dengan menggantikan porsi sang ibu yang wafat pada 2021, sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk tidak menunda menjawab panggilan Allah.

Pengganti Sang Ibu dengan Doa dan Harapan

“ Saya bisa berangkat karena mamah saya, meski seharusnya beliau yang berada di posisi saya sekarang,” ujar Vina saat dihubungi dari Jakarta. Anak kedua dari tiga bersaudara ini mengenang masa penantiannya yang panjang sejak orang tuanya mendaftar haji pada 2012 dan akhirnya mendapat giliran 13 tahun kemudian.

Meski menggantikan ibu tercinta, Vina bersyukur diberi kesempatan menunaikan rukun Islam kelima di usia muda. “Alhamdulillah saya sangat bersyukur karena telah diberi kesempatan untuk melihat Ka’bah secara langsung, menghadap kiblat yang selama ini kita tuju dalam setiap salat,” ungkapnya penuh rasa syukur.

Mahasantri Penghafal Al-Qur’an yang Rela Cuti Kuliah Demi Haji

Vina merupakan mahasantri semester dua Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab (STIBA) Pesantren Ar-Rayah, Sukabumi. Demi mengikuti manasik haji secara penuh, ia rela cuti kuliah selama satu semester. Sebelumnya, dara kelahiran 2006 ini menimba ilmu di Pesantren Daarul Atqiyaa, Tegal, dan telah berhasil menghafal Al-Qur’an 15 juz.

Di balik keteguhan spiritualnya, Vina dikenal sebagai sosok ramah, periang, dan aktif mencoba hal-hal baru, seperti membaca sejarah Islam dan memasak.

Haji Sebagai Perjalanan Spiritual dan Panggilan Khusus Allah

Bagi Vina, haji bukan sekadar ritual, melainkan perjalanan mendalam untuk memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah. “Setiap muslim yang merespons panggilan ini sadar bahwa ini bukan hanya ritual, tetapi juga bentuk kehendak-Nya untuk memperbaiki diri, memperbarui iman, dan mendalami makna hidup,” tuturnya penuh haru.

Ia meyakini bahwa panggilan haji bukan semata soal kesiapan fisik atau finansial, melainkan kehendak Allah. “Jika belum dipanggil Allah, sehebat apapun usaha seseorang, ia tidak akan sampai ke Baitullah. Tapi kalau Allah sudah mengundang, jalan itu pasti ada,” ujarnya penuh filosofi.

Pesan untuk Generasi Muda: Jangan Menunda Mendaftar Haji

Vina menaruh harapan besar agar generasi muda segera mendaftar haji mengingat masa tunggu yang bisa mencapai puluhan tahun. “Segeralah mendaftar haji. Tubuh saat muda masih kuat untuk menjalankan semua rukun dan sunnah haji dengan sempurna. Ini bukan hanya ibadah fisik, tapi juga pematangan kepribadian dan spiritualitas,” pesan Vina.

Viral di Media Sosial: Inspirasi Milenial dan Gen-Z

Video singkat tentang kisah Vina yang diunggah Kemenag Jawa Tengah viral di TikTok dan YouTube, mendapat ribuan suka dan komentar dalam tiga hari tayang. “Saya kaget dan nggak nyangka,” ujarnya polos.

Levina Istiazah membuktikan bahwa panggilan suci ke Tanah Haram dapat datang kepada siapa saja, kapan saja, bahkan di usia yang belum genap dua dekade. Kisahnya menjadi inspirasi nyata bagi kaum muda agar tak menunda menjalankan panggilan Allah. ***

Disclaimer: Iklan atau Konten dalam kotak ini bukan dibuat oleh Redaksi, tetapi pihak ke-tiga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin menerima update terbaru dari SUMEDANGONLINE Terima Tidak