“Kami akan pantau, apakah mereka masuk sekolah secara teratur, bagaimana sikapnya di rumah, dan sejauh mana mereka menerapkan nilai-nilai yang didapatkan. Semua ini perlu keterlibatan semua pihak,” tegas Bupati Dony.
Bupati juga menyebut bahwa evaluasi berkala akan dilakukan bersama instansi terkait untuk menilai efektivitas pembinaan, termasuk kemungkinan menghadirkan program lanjutan atau pembinaan rutin di masa mendatang. “Kami tidak bisa membiarkan anak-anak kembali tanpa arah. Justru setelah ini, peran orang tua dan guru menjadi sangat penting. Pemerintah hadir untuk mendampingi dan memastikan proses pembentukan karakter terus berjalan,” ujarnya.
Bupati Dony berharap para peserta dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing, menularkan semangat kedisiplinan, kebangsaan, dan akhlak mulia kepada teman-temannya. “Kami ingin membentuk generasi Sumedang yang bukan hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara mental dan berjiwa besar. Maka pembinaan ini harus menjadi gerakan bersama, bukan sekadar program sesaat,” pungkasnya.***


















