China Kecam Serangan Militer AS dan Israel ke Iran: Langgar Piagam PBB

Arsip - Chen Xu, perwakilan tetap Tiongkok untuk Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jenewa dan organisasi internasional lainnya di Swiss, berbicara selama sesi ke-55 Dewan Hak Asasi Manusia PBB di Jenewa, Swiss, 29 Februari 2024.
Shi Song via Xinhua/SUMEDANGONLINE
Arsip - Chen Xu, perwakilan tetap Tiongkok untuk Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jenewa dan organisasi internasional lainnya di Swiss, berbicara selama sesi ke-55 Dewan Hak Asasi Manusia PBB di Jenewa, Swiss, 29 Februari 2024.

Jenewa, 24 Juni 2025Tiongkok mengecam keras serangan militer yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, menyebutnya sebagai pelanggaran terhadap tujuan dan prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Hal ini disampaikan oleh Chen Xu, Perwakilan Tetap Tiongkok untuk Kantor PBB di Jenewa, saat menghadiri acara sampingan dalam rangka peringatan 80 tahun Piagam PBB.

Acara tersebut digelar oleh Group of Friends in Defense of the Charter of the UN pada sesi ke-59 Dewan Hak Asasi Manusia PBB, dan dihadiri oleh perwakilan dari lebih dari 40 negara, termasuk Iran, Kuba, Rusia, dan Venezuela.

Seruan untuk Multilateralisme dan Perdamaian

Dalam pidatonya, Chen menegaskan bahwa Piagam PBB adalah fondasi bagi tatanan internasional modern dan telah menetapkan norma-norma dasar dalam hubungan internasional. Ia memperingatkan bahwa upaya menjaga perdamaian global kini tengah menghadapi tantangan serius akibat aksi sepihak yang dilakukan oleh sejumlah negara.

“Serangan militer yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran merupakan pelanggaran terhadap tujuan dan prinsip Piagam PBB,” ujar Chen dengan nada tegas.

Ia juga mengkritik kebijakan Washington yang dinilai melemahkan multilateralisme, termasuk dengan keluar dari berbagai organisasi internasional dan memangkas kontribusi keuangan untuk lembaga-lembaga dunia.

Sebaliknya, Tiongkok, kata Chen, berdiri teguh mendukung multilateralisme sejati, menyelesaikan perbedaan melalui dialog dan konsultasi, serta memajukan pembangunan dan hak asasi manusia melalui perdamaian.

Dukungan terhadap Reformasi PBB dan Dunia yang Lebih Adil

Chen menekankan dukungan Tiongkok terhadap reformasi internal PBB yang diperlukan secara bertahap, serta peran sentral lembaga tersebut dalam menjaga perdamaian global dan pembangunan bersama.

Ia juga menyatakan bahwa Group of Friends in Defense of the Charter of the UN adalah suara penting untuk keadilan, penolakan terhadap sanksi sepihak, serta promotor prinsip Koeksistensi Damai Lima Butir yang telah lama didukung Tiongkok.

Tiongkok siap bekerja sama dengan anggota kelompok dan komunitas internasional yang lebih luas untuk membangun masa depan bersama bagi umat manusia,” katanya.

Dukungan Internasional Bertumbuh

Acara tersebut dipimpin oleh Duta Besar Venezuela untuk PBB di Jenewa, Alexander Gabriel Yanez Deleuze. Para diplomat senior dari Iran, Rusia, dan negara-negara anggota lainnya juga turut menyampaikan pandangan mereka terkait situasi global, hak asasi manusia, dan isu keamanan yang tengah mengemuka.

Pernyataan Tiongkok ini menambah tekanan diplomatik terhadap AS dan Israel, di tengah meningkatnya kritik internasional atas konflik militer yang kini telah memasuki fase gencatan senjata yang rapuh antara Israel dan Iran. ***

Disclaimer: Iklan atau Konten dalam kotak ini bukan dibuat oleh Redaksi, tetapi pihak ke-tiga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin menerima update terbaru dari SUMEDANGONLINE Terima Tidak