Indeks

Sesar Lembang Berpotensi Picu Gempa Magnitudo 7, Wilayah Terdampak Perlu Waspada

Arsip foto - Warga memotret panorama di Kawasan Wisata Tebing Keraton yang merupakan bagian dari Sesar Lembang di Ciburial, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (21/5/2024).
Raisan Al Farisi/Spt Via Antara/SUMEDANGONLINE
Arsip foto - Warga memotret panorama di Kawasan Wisata Tebing Keraton yang merupakan bagian dari Sesar Lembang di Ciburial, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (21/5/2024).

Sumedang, 19 Juni 2025Patahan Sesar Lembang yang memanjang dari barat ke timur sepanjang 29 kilometer disebut berpotensi memicu gempa bumi berkekuatan hingga magnitudo 7. Hal ini disampaikan oleh Ketua Tim Bidang Data Pelayanan dan Informasi Stasiun BMKG Bandung, Virga Librian, dalam Rakor Forkopimda Kewaspadaan Dini Menghadapi Potensi Bencana Alam Gempa Bumi Megathrust Sesar Lembang di Gedung Negara, Kamis (19/6/2025).

Sesar Lembang ini memiliki laju geser 1,95 hingga 14 milimeter per tahun dan potensi magnitudo maksimalnya mencapai 6,5 hingga 7.0, membentang dari Kabupaten Bandung, Bandung Barat, hingga Kabupaten Bandung,” ungkap Virga.

Ia menuturkan, wilayah dengan potensi dampak sangat tinggi mencakup Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung, dan Purwakarta dengan skala 6 hingga 8 MMI (Modified Mercalli Intensity). Sementara Kabupaten Sumedang berada pada level 5 hingga 6 MMI, yang dinilai tetap perlu meningkatkan kewaspadaan.

Virga menambahkan bahwa penguatan terhadap bangunan vital seperti sekolah dasar, rumah sakit, dan gedung pemerintahan perlu menjadi perhatian utama. “Kalau terjadi gempa dan bangunan-bangunan vital lumpuh, ke mana masyarakat akan bergantung? Maka penguatan dan pemetaan zona risiko Sesar Lembang sangat penting,” tegasnya.

Sebagai langkah mitigasi awal, Virga merekomendasikan sosialisasi, pemasangan jalur dan rambu evakuasi, edukasi masyarakat, serta penguatan kapasitas BPBD dan tim siaga bencana. Selain itu, ia juga mendorong penyusunan SOP kedaruratan dan pelaksanaan gladi evakuasi secara berkala.

Virga turut mengungkapkan bahwa jumlah sensor gempa di Jawa Barat terus meningkat. “Pada 2019, jumlah sensor gempa bumi kurang dari sepuluh. Sekarang sudah ada 33 sensor di seluruh wilayah Jawa Barat. Kami berharap jumlah ini terus bertambah agar deteksi dini gempa bisa lebih akurat,” jelasnya.

Pernyataan ini menjadi peringatan penting bagi masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi gempa bumi di wilayah yang dilintasi Sesar Lembang. ***

Exit mobile version