SUMEDANG – Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asda Pemkesra) Setda Sumedang, Dr. Dian Sukmara, menegaskan bahwa keberadaan Sekolah Rakyat memiliki peran strategis dalam menjawab permasalahan pendidikan anak-anak kurang mampu. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan mewakili Bupati Sumedang, Dr. H. Dony Ahmad Munir, pada pelantikan Pengurus FKDT Kabupaten Sumedang di Aula Tampomas IPP Setda Sumedang, Rabu (2/8/2025).
Menurut Dr. Dian, program Sekolah Rakyat merupakan bentuk nyata pelayanan prima dari pemerintah yang selaras dengan amanat konstitusi, yakni bahwa fakir miskin dan anak terlantar menjadi tanggung jawab negara.
“Sekolah Rakyat memberikan representasi luar biasa dalam menjawab permasalahan pendidikan anak kurang mampu. Ini menjadi jawaban konkret terhadap kesenjangan akses dan mutu pendidikan di masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Sekolah Rakyat di Sumedang menerapkan sistem boarding school atau asrama, sehingga peserta didik tidak hanya mendapatkan pembelajaran akademik, tetapi juga pembinaan karakter secara intensif dalam lingkungan yang terkontrol.
“Anak-anak tidur dan belajar di satu tempat. Dengan pengawasan yang intensif, proses pembelajaran menjadi lebih terarah, terukur, dan strategis,” jelasnya.
Terkait peluncuran nasional Sekolah Rakyat yang dijadwalkan pada 15 Agustus 2025, Dr. Dian menyatakan bahwa Sumedang sudah siap secara teknis dan administratif.
“Kesiapan kami sudah matang. Bahkan Jumat lalu, kami telah melaksanakan ritual adat Sunda sebagai wujud rasa syukur dan penghormatan terhadap nilai-nilai kearifan lokal di gedung baru Sekolah Rakyat,” ungkapnya.
Ia pun mengajak seluruh stakeholder pendidikan di Kabupaten Sumedang untuk bersinergi mendukung kesuksesan program ini.
“Kami berharap tidak ada satu pun anak dari keluarga kurang mampu yang tertinggal dalam akses dan kualitas pendidikan. Sekolah Rakyat hadir sebagai solusi dan harapan baru,” tandasnya.
Dengan peluncuran nasional yang semakin dekat, Sumedang menegaskan komitmennya untuk menjadi pelopor dalam penyediaan pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berbasis nilai lokal bagi seluruh lapisan masyarakat. (**)










