SUMEDANG — Ketua Umum Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI) Jawa Barat, Dadang Hermansyah, secara resmi melantik pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PPSI Kabupaten Sumedang masa bakti 2025–2030, dalam suasana khidmat dan penuh semangat kebudayaan di Pendopo PPS Sumedang, Minggu (12/10/2025).
Acara tersebut turut dihadiri oleh mantan Wakil Bupati Sumedang Taufik Gunawansyah, Kasdim 0610/Sumedang, Kapolsek Sumedang Utara, perwakilan dari Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora), serta jajaran pengurus PPSI Kabupaten Sumedang. Selain pelantikan, kegiatan juga dimeriahkan dengan berbagai lomba dan pertunjukan seni pencak silat dari sejumlah perguruan.
Ketua DPD PPSI Kabupaten Sumedang Apit Suheri menyampaikan bahwa momentum pelantikan ini merupakan langkah penting dalam pelestarian dan penguatan budaya daerah, khususnya seni bela diri pencak silat yang menjadi identitas masyarakat Sunda.
“Ini merupakan momen paling sakral dalam urusan budaya. Pelantikan PPSI menjadi simbol penerus dan pelengkap khazanah budaya di Kabupaten Sumedang dalam rangka mendukung SPBS (Sumedang Puseur Budaya Sunda),” ujar Apit.
Apit juga mengungkapkan rasa syukur atas dukungan dan kehadiran para tokoh penting dari unsur pemerintahan, TNI-Polri, serta tokoh besar pencak silat yang siap bersinergi dalam memajukan PPSI Sumedang. Ia menegaskan, ke depan PPSI akan memperkuat hierarki organisasi pencak silat, menjalin kerja sama dengan Dinas Pendidikan, serta menggandeng Polres dan Kodim dalam bidang bela negara dan pembinaan karakter generasi muda.
Selain itu, PPSI Kabupaten Sumedang berencana mencanangkan pasanggiri seni pencak silat yang akan diikuti seluruh perguruan di Sumedang, sekaligus mempersiapkan diri untuk ajang pasanggiri tingkat Jawa Barat.
“Dukungan dari pemerintah menjadi penyemangat bagi kami, karena PPSI Sumedang adalah salah satu sarana pembinaan karakter dan kaderisasi generasi muda bangsa,” tambah Apit.
Ia berharap, melalui pelantikan ini, PPSI dapat menjadi wadah pemersatu antarperguruan silat, sekaligus memperkuat nilai kebhinekaan, persatuan, dan kesatuan di Kabupaten Sumedang.***









