Sumedang Gelar Pelantikan ICMI 2025–2030 dan Seminar Nasional “Indonesia Emas Segerapan”

Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orda Kabupaten Sumedang resmi melantik pengurus periode 2025–2030 sekaligus menyelenggarakan Seminar Nasional bertema “Pencanangan Indonesia Emas Segerapan” di Pendopo PPS, Jumat (14/11).
Iwan Rakhmat/SUMEDANGONLINE
Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orda Kabupaten Sumedang resmi melantik pengurus periode 2025–2030 sekaligus menyelenggarakan Seminar Nasional bertema “Pencanangan Indonesia Emas Segerapan” di Pendopo PPS, Jumat (14/11).

SUMEDANG – Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orda Kabupaten Sumedang resmi melantik pengurus periode 2025–2030 sekaligus menyelenggarakan Seminar Nasional bertema “Pencanangan Indonesia Emas Segerapan” di Pendopo PPS, Jumat (14/11). Acara ini dihadiri Kabag Kesra Setda Sumedang, Ketua ICMI Orda Jawa Barat, para akademisi, praktisi, dan berbagai tokoh masyarakat.

Ketua ICMI Kabupaten Sumedang, H. Kamas Komara, menyebut pelantikan ini sebagai momentum strategis untuk menguatkan peran ICMI dalam mendukung pembangunan daerah, terutama terkait ketersediaan pangan dan pemenuhan gizi masyarakat.

“Alhamdulillah, hari ini kita bisa hadir bersama para tokoh penting. Semoga pelantikan ini membawa warna baru bagi Sumedang, di mana ICMI akan terus berkontribusi dalam mengadvokasi masalah ketersediaan pangan, khususnya untuk pemenuhan gizi di dapur-dapur masyarakat,” ujar Kamas.


ICMI Siap Kawal Pembangunan dan Pemerintahan di Sumedang

Dalam sambutannya, Kamas menegaskan bahwa ICMI bukan hanya mitra strategis pemerintah, tetapi juga memiliki fungsi sebagai kontrol sosial. Ia menilai keseimbangan antara dukungan dan kritik konstruktif penting agar masyarakat merasakan manfaat nyata dari kebijakan pemerintah.

“ICMI hadir sebagai mitra pembangunan, tetapi juga sebagai kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan. Masyarakat adalah pemegang kedaulatan, dan tugas kami adalah menjembatani berbagai kepentingan itu, menguatkan program yang baik, serta mengkritisi hal-hal yang perlu diperbaiki,” jelasnya.


Organisasi yang Heterogen dan Bergengsi

Kamas juga menyoroti keunikan ICMI sebagai organisasi kemasyarakatan yang dihuni beragam elemen masyarakat—mulai dari birokrat, akademisi, pengusaha, ormas Islam, hingga politisi. Keberagaman tersebut dinilai menjadi kekuatan ICMI dalam memberikan kontribusi pemikiran yang luas dan mendalam.

“ICMI adalah organisasi yang unik karena anggotanya sangat beragam. Ini yang membuat ICMI menjadi organisasi yang prestisius dan kaya gagasan. Kami tidak hanya fokus pada edukasi dan pemberdayaan, tetapi juga pada kontrol terhadap kebijakan pemerintah yang berdampak langsung bagi masyarakat,” katanya.


Seminar Nasional “Indonesia Emas Segerapan”

Rangkaian acara dilanjutkan dengan Seminar Nasional yang menghadirkan sejumlah pemateri terkemuka. Di antaranya Prof. Sutarman, Prof. Arifin, Dr. Patah, dan Dr. Samjobalah yang membahas strategi memperkuat daya saing daerah dan kontribusi Sumedang menuju Indonesia Emas.

Para narasumber memberikan pandangan terkait pembangunan sumber daya manusia, inovasi daerah, serta pentingnya kolaborasi lintas sektor.

“Kami berharap seminar ini memberikan pencerahan bagi para peserta, sehingga kontribusi ICMI semakin dirasakan dalam pembangunan Sumedang dan Indonesia,” tutup Kamas Komara.***

Disclaimer: Iklan atau Konten dalam kotak ini bukan dibuat oleh Redaksi, tetapi pihak ke-tiga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin menerima update terbaru dari SUMEDANGONLINE Terima Tidak