Sumedang – Polres Sumedang mulai melakukan reklamasi lahan bekas tambang yang selama ini terbengkalai dengan menanam 35 ribu bibit pohon buah di enam kecamatan. Program ini tidak hanya bertujuan memulihkan lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.
Reklamasi lahan kritis tersebut dilaksanakan di Kecamatan Cisitu, Jatinunggal, Tomo, Paseh, Ujungjaya, Cimalaka, dan Surian, dengan total luas lahan yang direhabilitasi mencapai sekitar 60 hektare.
Kapolres Sumedang AKBP Sandityo Mahardika mengatakan, ribuan bibit pohon buah ditanam di lahan bekas tambang yang sebelumnya tidak produktif agar dapat kembali memberikan manfaat jangka panjang.
“Lahan bekas tambang yang sebelumnya ditinggalkan kini kita mulai tanami pohon buah-buahan. Harapannya, lahan kembali produktif dan hasilnya bisa dipanen serta dimanfaatkan langsung oleh masyarakat,” ujar Sandityo usai penanaman pohon serentak di Desa Cisitu.
Menurutnya, sejak awal program reklamasi ini melibatkan masyarakat setempat secara aktif, mulai dari pembuatan lubang tanam hingga perawatan bibit. Polres Sumedang juga menggandeng kepala desa dan kelompok tani untuk memastikan keberlanjutan program.
“Petani yang terlibat nantinya menjadi pihak yang berhak memanen hasilnya. Kami juga membangun kemitraan dengan kelompok tani agar pemeliharaan tanaman berjalan optimal,” jelasnya.
Untuk mengatasi kondisi tanah bekas tambang yang kering dan miskin unsur hara, Polres Sumedang menerapkan metode kompos blok sebagai media tanam. Metode ini dinilai efektif dalam memperbaiki struktur tanah sehingga tanaman dapat tumbuh dengan baik dan berbuah.
“Metode kompos blok ini efektif untuk merehabilitasi lahan bekas tambang sehingga tanaman bisa tumbuh optimal dan berbuah lebat,” tegas Sandityo.
Sebagai bentuk komitmen bersama, Polres Sumedang juga menandatangani nota kesepahaman dengan masyarakat. Dalam kesepakatan tersebut, tanaman buah diserahkan kepada warga untuk dirawat bersama dengan target seluruh bibit dapat tumbuh dan tidak terbuang sia-sia.
Program reklamasi ini ditargetkan mencakup lebih dari 60 hektare lahan, dengan estimasi masa panen dalam dua hingga tiga tahun ke depan. Selain memulihkan lingkungan, kegiatan ini diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja dan sumber mata pencaharian berkelanjutan bagi warga sekitar.
Menariknya, program ini juga terintegrasi dengan pembinaan sosial melalui inisiatif preman pensiun. Mantan preman dilibatkan dalam produksi kompos blok yang digunakan untuk reklamasi lahan sekaligus sebagai media tanam ubi Cilembu, sehingga memberi manfaat ekonomi sekaligus sosial.***










