SUMEDANG, Jumat (29/5/2026) – Pemerintah Kabupaten Sumedang memperketat pengawasan distribusi pangan guna mengendalikan lonjakan harga sejumlah kebutuhan pokok pasca-Hari Raya Idul Adha. Langkah tersebut dilakukan setelah harga cabai, minyak goreng, dan daging sapi mengalami kenaikan yang dinilai berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi daerah.

Wakil Bupati Sumedang, Muhammad Fajar Aldila, memimpin rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah bersama perangkat daerah dan para pemangku kepentingan untuk memastikan distribusi barang berjalan lancar serta pasokan tetap tersedia.

“Pengendalian inflasi harus dilakukan bersama-sama. Semua pihak harus bergerak cepat memastikan distribusi lancar, stok tersedia, dan harga tetap terkendali sehingga masyarakat merasa tenang,” ujar Muhammad Fajar Aldila.

Dalam rapat tersebut, pemerintah daerah menginstruksikan jajaran terkait untuk melakukan pemantauan intensif di tingkat distributor. Pengawasan diperketat guna mencegah praktik penimbunan bahan pangan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Selain pengawasan distribusi, Pemkab Sumedang juga menyiapkan intervensi pasar melalui pelaksanaan Operasi Pasar Murah atau Bazar Murah Sumedang di wilayah yang mengalami kenaikan harga paling signifikan.

Sekretaris Daerah Sumedang, Tuti Ruswati, mengatakan strategi pengendalian harga difokuskan pada pengoptimalan potensi daerah sebagai salah satu produsen utama komoditas hortikultura, khususnya cabai.

“Sumedang merupakan salah satu champion cabai. Karena itu, distribusi dari petani ke pasar harus diperkuat agar harga tetap stabil. Dengan begitu, petani maupun masyarakat sebagai konsumen sama-sama diuntungkan,” kata Tuti Ruswati.

Pemerintah Kabupaten Sumedang berkomitmen memaksimalkan distribusi cabai dari petani lokal langsung ke pasar tradisional agar fluktuasi harga pasca-hari besar keagamaan dapat segera ditekan dan harga kembali stabil di tingkat masyarakat.***