[caption id="attachment_7056" align="alignleft" width="200" caption="Perbedaan penentuan 1 Syawal buka yang harus dipermasalahkan. Foto:Igun"][/caption] KOTA – Wakil Bupati Sumedang, H Taufik Gunawansyah S.IP, MSi, menanggapi perbedaan penentuan tanggal 1 Syawal 1432 H, sebagai sesuatu yang lumrah dan tidak ada masalah, karena menurutnya perbedaan penentuan tanggal 1 Syawal tersebut sebelumnya telah dibicarakan dalam siding Itsbat antara Pemerintah melalui Kementarian Agama dengan PP Muhammadiyah dikantor Kemenag, Senin (29/08) malam. “Tidak ada masalah karena kemarin (Senin, 29 Agustus, red.) juga sudah dibicarakan dalam sidang Itsbat. Keputusan yang diambil Pemerintah melalui Kemenag menetapkan 1 syawal, Rabu (31/08) besok, tetapi ada sikap atau keputusan dari PP Muhammadiyah yang menetapkan 1 syawal itu pada hari ini (Selasa, 30 Agustus, red.),” ungkap Opik usai mengikuti Shalat Ied di Lapang Upacara SMK Muhammdiyah, Jalan Dano, Sumedang. Lebih lanjut Opik mengatakan,Pemerintah telah memberikan toleransi, dan mempersilakan warga Muhammadiyah untuk melaksanakan shalat Ied dan penentuan 1 Syawal sesuai dengan keputusan PP Muhammadiyah, karena telah memiliki argumentasi dan keyakinan. “Kebetulan saya sendiri, sebagai pribadi keluarga besar Muhammadiyah, Tidak ada masalah, ini justru harus menjadi hikmah ukhuwah yang luar biasa,” lanjutnya. Wabup menghimbau agar ummat muslim untuk saling menghormati, dan menghargai serta menjadikan hikmah bagaimana ummat muslim bisa menuju kedewasaan yang makin kuat dalam ukhuwah Islamiyah. “kita saling menghormati, saling menghargai dan jadikanlah ini sebagai hikmah bagaimana kita bisa menuju kedewasaan yang makin kuat dalam ukhuwah islamiyah,” himbau Opik.(igun gunawan)/SUMEDANG ONLINE

OPIK: Ummat Muslim harus Saling menghargai

Perbedaan penentuan 1 Syawal buka yang harus dipermasalahkan. Foto:Igun

KOTA – Wakil Bupati Sumedang, H Taufik Gunawansyah S.IP, MSi, menanggapi perbedaan penentuan tanggal 1 Syawal 1432 H, sebagai sesuatu yang lumrah dan tidak ada masalah, karena menurutnya perbedaan penentuan tanggal 1 Syawal tersebut sebelumnya telah dibicarakan dalam siding Itsbat antara Pemerintah melalui Kementarian Agama dengan PP Muhammadiyah dikantor Kemenag, Senin (29/08) malam.

“Tidak ada masalah karena kemarin (Senin, 29 Agustus, red.) juga sudah dibicarakan dalam sidang Itsbat. Keputusan yang diambil Pemerintah melalui Kemenag menetapkan 1 syawal, Rabu (31/08) besok, tetapi ada sikap atau keputusan dari PP Muhammadiyah yang menetapkan 1 syawal itu pada hari ini (Selasa, 30 Agustus, red.),” ungkap Opik usai mengikuti Shalat Ied di Lapang Upacara SMK Muhammdiyah, Jalan Dano, Sumedang.

Lebih lanjut Opik mengatakan,Pemerintah telah memberikan toleransi, dan mempersilakan warga Muhammadiyah untuk melaksanakan shalat Ied dan penentuan 1 Syawal sesuai dengan keputusan PP Muhammadiyah, karena telah memiliki argumentasi dan keyakinan.

“Kebetulan saya sendiri, sebagai pribadi keluarga besar Muhammadiyah,

Tidak ada masalah, ini justru harus menjadi hikmah ukhuwah yang luar biasa,” lanjutnya.

Wabup menghimbau agar ummat muslim untuk saling menghormati, dan menghargai serta menjadikan hikmah bagaimana ummat muslim bisa menuju kedewasaan yang makin kuat dalam ukhuwah Islamiyah.

“kita saling menghormati, saling menghargai dan jadikanlah ini sebagai hikmah bagaimana kita bisa menuju kedewasaan yang makin kuat dalam ukhuwah islamiyah,” himbau Opik.(igun gunawan)