BANDUNG, Minggu (31/5/2026) – Keikutsertaan Persib Bandung dalam ajang AFC Champions League Two 2026–2027 mendapat perhatian serius dari Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. Farhan menilai tampilnya Persib di kompetisi Asia tidak hanya menjadi prestasi olahraga, tetapi juga membuka peluang besar untuk memperkenalkan Kota Bandung ke kancah internasional sekaligus memperkuat citra daerah.
Farhan mengatakan, partisipasi Persib di ACL Two membawa sejumlah konsekuensi yang harus dipersiapkan sejak dini. Salah satunya adalah kesiapan stadion dan fasilitas pendukung pertandingan agar memenuhi regulasi serta standar yang ditetapkan oleh Asian Football Confederation.
Menurutnya, apabila Persib menjalani laga kandang di Bandung, kualitas Stadion Gelora Bandung Lautan Api harus terus ditingkatkan. Upaya tersebut dinilai penting agar stadion kebanggaan warga Bandung itu dapat memenuhi standar kompetisi internasional.
“Kalau kita di AFC berarti Persib akan bermain kandang di Kota Bandung. Ini jadi peluang untuk kita bersama-sama belajar meningkatkan kualitas GBLA agar memenuhi standar internasional atau standar AFC,” ujar Farhan.
Meski demikian, Farhan mengakui pemenuhan standar AFC bukan pekerjaan mudah. Ia berkaca pada pengalaman sebelumnya saat Stadion Si Jalak Harupat menjalani berbagai penyesuaian dan renovasi untuk memenuhi ketentuan AFC.
Menurut Farhan, kompetisi level Asia memiliki tuntutan yang jauh lebih tinggi dibandingkan kompetisi domestik. Karena itu, kesiapan infrastruktur menjadi faktor penting untuk mendukung kiprah Persib di ajang tersebut.
Di balik tantangan itu, Farhan melihat manfaat besar bagi Kota Bandung. Ia menilai keberhasilan Persib tampil dan bersaing di level Asia akan menghadirkan eksposur internasional yang berharga bagi kota tersebut.
“Kenapa penting kita menang dan berjaya di Liga Asia? Karena expose internasional. Kalau expose internasionalnya bagus itu bisa jadi modal untuk membangun city branding,” katanya.
Farhan juga mengaitkan momentum Persib di ACL Two dengan rencana reaktivasi Bandara Husein Sastranegara. Menurutnya, meningkatnya perhatian internasional terhadap Persib yang dibarengi dengan kembali beroperasinya bandara tersebut dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan Kota Bandung.
“Kalau city branding berhasil, apalagi Bandara Husein diaktifkan lagi, wah paket komplit,” ujarnya.
Farhan berharap kiprah Persib di pentas Asia mampu menghadirkan kebanggaan baru bagi masyarakat Bandung. Ia optimistis dampak positifnya tidak hanya dirasakan di sektor olahraga, tetapi juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan kunjungan wisatawan, perkembangan industri kreatif, hingga masuknya investasi baru.
“Harapan saya Persib bisa jadi kebanggaan bagi warga Bandung serta bisa mendorong pertumbuhan ekonomi dari sektor pariwisata, ekonomi kreatif hingga investasi,” kata Farhan.***
