Home / BISNIS

Sabtu, 29 Oktober 2011 - 20:51 WIB

Gagas Kota Kembar Parepare-Sumedang



PAREPARE – Setelah sebelumnya digagas kota kembar Parepare-Tawau, kini dilirik lagi kota kembar Parepare- Sumedang, Jawa Barat.

Direktur Yayasan Lembaga Pengkajian dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat (YLP2EM), Ibrahim Fattah sebagai salah satu penggagas mengatakan, dua daerah tersebut punya alasan, sehingga bisa digagas menjadi kota kembar.

Salah satu pertimbangannya, ada kemiripan soal perencanaan pembangunan, yaitu masing-masing punya kebijakan pagu indikatif Musrembang dalam mendapatkan alokasi anggaran, sehingga masyarakat tidak lagi berhayal, apakah usulannya ditolak atau diterima. “Itu karena anggarannya diketahui lebih awal,” katanya, kemarin. Kemiripan kedua, masing-masing daerah punya forum delegasi Musrembang yang disingkat dengan SDM.

Tujuan forum SDM ini, mengawal usulan Musrembang agar betul-betul bisa terakomodir mulai dari rencana kerja pembangunan daerah (RKPD) hingga ketahapan berikutnya yaitu KUA-PPAS, selanjutnya APBD. Dalam rangka membicarakan dua hal ini, pihak LP2EM memfasilitasi daerah ini bertemu pada kegiatan workshop pertama yang direncanakan berlangsung di restoran Dinasty selama dua hari, 3-4 November.

Baca Juga  Bangunan Tak Layak, SD Pabuaran Ikut UN di SD Nanggerang

Dalam kegiatan ini, melibatkan stakeholder, yakni Pemda, DPRD, akademisi, media, forum SDM, dan forum fasilitator yang jumlahnya 30 orang. Semua komponen yang dinilai penting, diharapkan duduk bersama, apakah gagasan ini diterima atau ditolak jadi kota kembar. “Tapi kalau stakeholder menerima, itu berarti pemerintah Sumedang harus melakukan workshop yang sama di Sumedang dengan meminta persetujuan dari stakeholdernya. Selanjutnya, jika dalam workshop Sumedang setuju dengan gagasan kota kembar, maka dilanjutkan dengan pertemuan ke-3 di Jakarta ataukah di Yogyakarta dan Bandung,” katanya. Dalam pertemuan ke-3 ini, dihadirkan dua Kementerian, yaitu Kementerian Keuangan dan Kementerian Dalam Negeri. Disebutkan, kota kembar ini sebagai tawaran model pemerintah Indonesia. Apalagi anggota DPRD Parepare sudah pernah belajar ke Sumedang. Hal yang ingin dicapai dari gagasan ini, tambah Ibrahim, dua daerah ini saling belajar bagaimana tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) dan Banggar DPRD menyusun anggaran daerah yang propoorsional, serta bagaimana meningkatkan partisipasi masyarakat dalam meningkatkan proses pembangunan agar dua daerah ini bisa menjadi kiblat reformasi perencanaan partisipatif yang mirip di Porto Alegry City, Brasil. (han/lim)

Baca Juga  Standar Turun, Motor Hantam Avanza

sumber : http://www.parepos.co.id

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

Pasar Inpres Sumedang kembali disemprot disinfektan. Kali ini dilakukan oleh salah satu organisasi masyarakat yakni Pemuda Panca Marga Kabupaten Sumedang. Selasa 9 Juni 2020.

BISNIS

Butuh Kolaborasi dan Komitmen Bersama dalam Penerapan AKB di Pasar Tradisional
Donasi disampaikan perwakilan PT. Sagara Purnama, Indrawati, diterima Kapolsek Sumedang Selatan Kompol Isman B Romli Ahmad di Mapolsek Sumedang Selatan Minggu (19/04).

BISNIS

#LawanCorona PT Sagara Sumbang APD Ke Polsek Sumedang Selatan

BISNIS

RABBANI AKAN TUTUP?
Para pengusaha jasa kontruksi di Kabupaten Sumedang saat berfoto bersama di Sekretariat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Sumedang Jalan By Pass Sumedang, Kamis, 12 September 2019.

BISNIS

Kadin Keluhkan Pemda Sumedang Tak Berpihak ke Pengusaha Lokal

BISNIS

BI Jabar Raih Penghargaan dari ICSB

BISNIS

Idul Adha, Peternak Sapi di Cimalaka Kebanjiran Order

BISNIS

Buruh Elektronik Elektrik di Bekasi Tolak Omnibus Law Cipta Kerja

BISNIS

Prospek Jagung Menjanjikan