Home / DAERAH

Selasa, 7 Februari 2012 - 21:48 WIB

Pelantun ‘batan nganggur’ Irwan Ernawan Wafat



Irwan Ernawan dengan kacamata hitam-nya. Dokumen Sumedang Online

Pelantun tembang ‘batan nganggur’ asal Kota Tauco – Cianjur, Irwan Ernawan (62), menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Cianjur akibat menderita stroke dan pecah pembuluh darah, Erwan sempat koma selama seminggu lamanya di RSUD Cianjur, dan sekira pukul 16.15, Selasa (7/2), Irwan menghadap-Nya.

Anak sulung Erlis Krisnawati (40), menyebutkan  jika ayahnya memang menderita penyakit komplikasi. Terakhir Erwan bergabung dengan Album Bentang Sumedang Plus, dan sempat manggung pada akhir tahun di Alun-alun Kecamatan Darmaraja.

Saat manggung di Darmaraja Irwan masih tampak bugar, bahkan banyol-banyolannya yang has sempat terlontar meski dirinya ditinggalkan crew artis lainnya yang lebih dahulu mudik ke Sumedang. Dengan kebersahajaannya Irwan terpaksa naik angkutan umum.

Baca Juga  Darmaraja Siap Gelar Seni Budaya Bersama Sunda-Bali

“Saya mengingat dia sewaktu kebingungan ketika dirinya tertinggal, artis-artis lainnya sudah pulang dia belum pulang padahal sudah lebih dari jam 2 dini hari,” kenang Asep Hendra.

Kenangan serupa juga dilontarkan pemilik DNH, Danang Noer Hidayat, mengaku merasa kehilangan dan banyak kenangan meski baru kali pertama bertemu dengannya saat Launching Bentang Sumedang awal tahun 2012 lalu.

“Innalillahi wa innaillaihi roji’uun…ngiring belasungkawa, emut harita waktos launching album bentang sumedang, anjeunna sumringah bingah katingalna jagjag waringkas, raos komunikasina, sarta bijak dina badanten kerjasamina di lapangan, karaos ku pribados di satukangeun panggung, katingal ku balarea di luhur panggung pamintonna. Mudah”an ditampi disagedengeun-ALLAH SWT, amien,” ujarnya.

Baca Juga  Calkades Cisurat Minta Pilkades Ulang

Sementara pencipta lagu Jaman Ayeuna dari Album Bentang Sumedang, Asep Anang Supriatna, mengaku asa kasamber heulang dengan wafatnya pelantun tembangnya itu, ia hanya berdoa Almarhum dapat diterima di sisi-Nya.
“Kenangan terindah bersamanya, sekaligus menjadi kenangan terakhir bagi beliau adalah bersama menggarap album Bentang Sumedang. Lagu terakhir yang dia nyanyikan adalah lagu Ciptaan saya berjudul Jaman Ayeuna,” ujar Asep Anang Supriatna.(*)

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

DAERAH

Komisi D Sorot Galian C

DAERAH

Motor Dinas Kades Darmajaya, Digondol Pencuri

DAERAH

Pagi ini, longsor di Tanjungmedar satu rumah rusak

DAERAH

Gempa Dirasakan Masyarakat Sumedang

DAERAH

PNS Bergoyang, Warga Pasar Situraja Berang

DAERAH

Pa kuwu ini sempat selfie sebelum dilantik

DAERAH

2,2 M Bangun Pasar Wado

DAERAH

PERPISAHAN KKU STIE 11 APRIL SUMEDANG