TUNJUK – Seorang warga menunjukan dimana Tendi biasa bermain di atas pohon kersen, Kamis (8/11).

WADO – Malang nian nasib Tendi Rustandi (11) bocah kelas IV SD Negeri Cisurat, warga Dusun Maleber, RT 04, RW 05, Desa Wado, Kecamatan Wado, ditemukan ibunya sudah tergeletak di bawah pohon kersen, sekitar pukul 13.00, Kamis (8/11).

Keterangan dihimpun Sumeks menyebutkan jika Tendi sudah biasa bermain sendiri di belakang rumahnya yang ada pohon kersen setinggi 5 meter. Namun dihari nahas itu diduga Tendi terpeleset dari atas karena dahan yang licin. “Tos biasa pun anak ameng dipengkereun rorompok,” ujar ibu korban Apong ditemui Sumeks di rumah duka, kemarin.

Menurut keterangan Apong korban ditemukan dalam keadaan tergeletak di bawah pohon kersen, dengan luka memar di bagian kepala akibat benturan dengan dinding tembok. Anaknya saat itu menurut Apong hanya dapat menangis tanpa bicara, lalu mereka membawa ke klinik Medika.

“Namun karena luka yang diderita Tendi itu parah, klinik Medika tak sanggup, ia merujuk untuk di bawa ke rumah sakit,” tambah Ketua RT 04, Idar.

Korban yang sudah dalam kondisi kritis tersebut semula akan di bawa ke rumah sakit namun pihak keluarga menurut Ketua RT 04 itu justru membawa korban ke dukun, karena meyakini daerah itu merupakan daerah angker. Empat jam kemudian karena kondisi Tendi belum membaik keluarga korban pun hendak membawa tendi ke rumah sakit namun dalam perjalanan Tendi menghembuskan nafas terakhir sekira pukul 17.30. “Meninggalnya dalam perjalanan sewaktu akan dibawa ke rumah sakit, karena sebelumnya kan kata dari Klinik Medika kudu cepat-cepat dibawa ke rumah sakit, tapi keluarga malah membawa ke dukun, karena percaya daerah itu angker,” kata Idar.

Kepolisian Sektor Wado dikonfirmasi Sumeks, membenarkan ada salahsatu warganya yang meninggal akibat terjatuh dari pohon kersen. “Korban atasnama Tendi Rustandi (11), siswa kelas IV SD Cisurat, warga Dusun Maleber, RT 04, RW 05, Desa Wado, Kecamatan Wado, korban ditemukan oleh ibunya,” ujar Kapolres Sumedang Ajun Komisari Besar, Eka Satria Bhakti, melalui Kapolsek Wado, Ipda Sukarna.(ign)