SUMEKS, DARMARAJA – Nasib Bupati Sumedang, Don Murdono, diakhir masa pemerintahannya makin terpuruk. Fraksi PDI-Perjuangan yang ada di DPRD Sumedang, secara resmi menarik dukungan dan lebih bersikap sebagai pihak yang netral. Padahal Don masih mempunyai agenda besar, salahsatunya memberikan laporan pertanggung jawaban akhir.
“Dengan dipecatnya Don, dari kader dan Ketua DPC Sumedang. Ini sekaligus Fraksi PDI-Perjuangan, sejak tanggal pemecatan Don Murdono, menarik dukungan terhadap pemerintahan Don,” tandas Sekretaris Fraksi PDI-Perjuangan, Atang Setiawan, kepada Sumeks, Minggu (10/3).
Sebut dia, tidak mungkin orang yang sudah dipecat dari structural partai, masih mendapatkan dukungan dari partai. Selain itu, kata Atang, ada korelasi langsung dari pusat hingga daerah untuk tetap mentaati berbagai keputusan yang dituangkan pusat.
“Makanya, sejak dikeluarkannya pernyataan itu dengan sendirinya PDI-Perjuangan menarik dukungan,” ungkapnya.
Disinggung, apakah penarikan dukungan itu sudah terlambat karena dimasa akhir jabatan. Atang menyebutkan, masih banyak agenda yang harus diselesaikan Don. Salahsatunya LPJ (Laporan Pertanggung Jawaban).
“Pemerintahan Don kan menghadapi LPJ tahunan, kita akan realistis saja memberikan penilaiannya. Tapi bukan mengancam, ini karena konsekuensinya memang seperti itu. Jadi kita juga hitung-hitungan jadinya, karena partai oleh Don sudah diciderai,” imbuhnya.
Ditanya siapa Ketua DPC PDI-Perjuangan Sumedang yang defenitip pasca lengsernya Don Murdono. Sebut Atang, DPD PDI-Perjuangan sudah memustuskan, Ny. Ineu Purwadewi sebagai Ketua DPC PDI-Perjuangan Sumedang menggantikan Don Murdono.
“Sudah disepakati dirapat DPD kemarin (Sabtu, 9 Maret 2013) malam, memutuskan Ineu Purwadewi sebagai Ketua DPC PDI-Perjuangan. Karena Ineu itu, sebagai anggota DPRD Jawa Barat dari daerah pemilihan SMS (Sumedang Majalengka Subang), dia juga merupakan jajaran pengurus PDI-Perjuangan Jawa Barat. Sekarang tinggal menunggu SK (Surat Keputusan) dari DPP. Sabtu-nya dihadapan structural DPC Sumedang sudah diumumkan di Bandung,” ungkapnya. (ign)