Home / JATINANGOR

Rabu, 24 Juli 2013 - 14:41 WIB

Dinsosnaker: H-7 THR Harus Sudah Dibagikan



Sejumlah buruh dari salahsatu pabrik di Cimanggung pulang kerja.

Sejumlah buruh dari salahsatu pabrik di Cimanggung pulang kerja.

TANJUNGSARI – Pemerintah Kabupaten Sumedang melalui Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) menyebarkan surat edaran Bupati Sumedang No. SE. 560/2858/Dinsosnaker/2013 tentang pembayaran tunjangan hari raya keagamaan dan imbauan mudik lebaran bersama.
Surat edaran tersebut salah satunya menyampaikan bahwa pembayaran tunjangan hari raya (THR) dilaksanakan selambat-lambatnya 7 hari sebelum hari raya keagamaan. Surat edaran itu ditandatangani oleh Dadang Sukma SH, M.Si Kepala Dinsosnaker Kabupaten Sumedang.
Selain dari Dinsonaker surat edaran itu datang juga dari Bupati Sumedang, H Endang Sukandar mengenai pemberian tunjangan hari raya keagamaan bagi pekerja dan buruh sudah merupakan tradisi sebagai salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhannya dan keluarga dalam merayakan hari raya keagamaan. Pembayaran THR keagamaan tahun 2013 merupakan kewajiban pengusaha kepada pekerja dan buruh sebagaimana diatur dalam peraturan menteri tenaga kerja republik Indonesia No: Per.04/Men/1994 tentang THR keagamaan bagi pekerja atau buruh perusahaan.
Dalam pengaturan penerima THR keagamaan di berikan kepada pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja 3 bulan secara terus menerus atau lebih. Besarnya THR keagamaan sebagaimana dimaksud adalah yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih diberikan THR sebesar 1 bulan upah.
Sedangkan pekerja yang mempunyai masa kerja 3 bulan secara terus menerus tetapi kurang dari 12 bulan diberikan secara proposional dengan perhitungan jumlah masa kerja di bagi 12 bulan dikalikan 1 bulan upah.
Menanggapi surat edaran tersebut salah satu perusahaan yang bernaung di bawah Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Sumedang yaitu PT Wiska yang bergerak di bidang tekstil siap melaksanakan dan menindaklanjuti surat edaran yang di sampaikan dari Dinsosnaker dan Bupati Sumedang.
”Untuk perusahaan kami tidak ada masalah dengan rencana pemberian tunjangan keagamaan kepada para karyawan kami. Pemberian tunjangan keagamaan itu nantinya akan di sesuaikan dengan aturan yang sudah di berlakukan,”kata Pimpinan Perusahaan PT Wiska, Endang Juhana kepada Jatinangor Ekspres, Selasa (23/7).
Menurutnya semua ketentuan yang berlaku soal tunjangan keagamaan akan diberikan kepada para karyawanya yang berjumlah 666 orang, termasuk staf per tanggal 24 Juli 2013. Termasuk nantinya para karyawan tersebut akan diberikan bingkisan hasil produksi perusahaan sebagai hadiah tahunan dari pihak perusahaan.
”Pemberian tunjangan keagamaan itu akan diberikan lebih awal yaitu dari yang sudah ditentukan oleh pihak Dinsosnaker dan bupati. Jadi untuk perusahaan kami tidak ada masalah soal THR itu,” tuturnya.
Pihak perusahaan sendiri akan meliburkan karyawanya mulai 5 Agustus hingga 13 Agustus 2013 atau selama 9 hari. ”Seluruh karyawan akan diliburkan selama 9 hari oleh perusahaan untuk memberikan kesempatan kepada mereka untuk berkumpul bersama keluarga,” ungkapnya.
Sementara itu Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Sumedang, TT sekaligus Direktur Utama PT Sandang Jaya Makmur, Hidayat Sugandi mengatakan dari 24 anggota Apindo pada intiya semua siap memberikan tunjangan keagamaan paling lambat 31 Juli 2013.
”Setiap tahunya perusahaan di bawah Apindo tidak ada yang tidak memberikan tunjangan keagamaan kepada karyawanya,” pungkasnya. (kos)

Baca Juga  HES Pantau Kurikulum 2013
Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

JATINANGOR

Banjir Tahunan, sendimentasi Sungai Cikijing dan Cimande tinggi

JATINANGOR

Mahasiswa Jatinangor Tebar Jilbab, Gerakan Menutup Aurat

JATINANGOR

Nandang: Wacana Kawasan Perkotaan Jatinangor Pernah Dibahas, Tak Tuntas

JATINANGOR

DPR Prihatin Pupuk Langka di Sumedang

JATINANGOR

Kader PKK Dikerahkan, 95 Persen PIN

JATINANGOR

Gampil Soal Proyek di Cikuda

JATINANGOR

Duh Miras Oplosan Kembali Renggut Korban Jiwa

JATINANGOR

Bang Ara Minta Maaf, Gagal Tolak Kenaikan BBM