Pilihan Redaksi, Politik

Bawaslu Sumedang Walk Out di Rapat Pleno Penetapan DPTHP II, Ini Alasannya

Penulis: Redaksi | Editor: Redaksi

SUMEDANG – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sumedang memilih walk out dari rapat pleno penetapan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP) ke-2. Hal itu dilakukan karena KPU Sumedang tetap menetapkan hasil rapat pleno DPTHP ke-2, meski masih ada ketidaksinkronan angka.

Baca Juga  Ada Dewan, Kades Sukamanah Curhat Ingin Jalan Mulus

Bawaslu mencatat ada Sembilan kecamatan yang tidak sinkron, dari data manual dengan Sistem Data Pemilih (Sidalih). “Di data yang kita peroleh kemarin di Rakor Sinkronisasi DPTHP Tahap 2, dengan hasil yang disampaikan sekarang, pleno. Itu ada beberapa kecamatan yang DPTHP 2 nya angkanya berbeda. Salahsatunya yang saya masih ingat kecamatan Jatinunggal, Jatigede, Situraja, Ujungjaya itu kurang lebih ada sembilan kecamatan. Dan selanjutnya Bawaslu, berpegangan pada BA Plano, Data Manual itu harus sama dengan data yang ada di Sidalih.,” kata Ketua Bawaslu Sumedang, Dadang Priatna di Aula Rapat KPU, Selasa (13/11/2018).

Pihak Bawaslu keukeuh, data manual dan Sidalih harus sama, karenanya mereka memilih keluar sebelum rapat pleno resmi diakhiri. [iwan]

Respon (1)

  1. Nu penting mah engke pas der na pemilu kudu sing jujur tah KPU. Ulah curang nyak…da bageur

Tinggalkan Balasan