Pilihan Redaksi, SUMEDANG

Pelanggar Prokes PPKM Darurat Tinggi, Terkumpul Denda Hingga Rp3,1 Juta

Penulis: IGUN GUNAWAN | Editor: Redaksi
Satuan Tugas Penangananan Covid-19 Kabupaten Sumedang, yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Satpol PP Kabupaten Sumedang melakukan Penegakan Protokol Kesehatan dalam rangka Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di wilayah Kabupaten Sumedang. Selasa, 6 Juli 2021.
Satuan Tugas Penangananan Covid-19 Kabupaten Sumedang, yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Satpol PP Kabupaten Sumedang melakukan Penegakan Protokol Kesehatan dalam rangka Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di wilayah Kabupaten Sumedang. Selasa, 6 Juli 2021. | FOTO: Istimewa

SUMEDANG – Tingginya angka pelanggaran protokol kesehatan di hari ke-lima pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kabupaten Sumedang. Akumulasi jumlah denda yang terkumpul hingga mencapai angka Rp 3.176.000.

Pada hari ini saja dikatakan Ketua bidang Komunikasi Publik Satgas COVID19 Kabupaten Sumedang, Iwa Kuswaeri, ada sedikitnya 64 pelanggar termasuk di dalamnya para pengusaha yang melakukan pelanggaran.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

“Iya ada 64 orang termasuk pelaku usaha yang melakukan pelanggaran pada hari ini. Sebagaimana disampaikan oleh Pak KasatPol PP Sumedang, selaku Ketua Bidang penegakan hukum dan Pendisiplinan Satgas COVID19 Sumedang, terkumpul sebanyak 3.176.000 hari ini saja,” kata Iwa dalam keterangannya.

Baca Juga  Kaos Kaki Praja IPDN Diproduksi Kampung Kaos Kaki Sumedang, Order Pertama 1.700 Pasang

Padahal sebut dia, berbagai upaya dilakukan Satgas COVID-19 Kabupaten Sumedang. Sinergitas antara Pemerintah daerah,TNI, POLRI termasuk dengan KAJARI terus dilakukan dalam upaya pembatasan kegiatan masyarakat untuk menyukseskan PPKM di Jawa-Bali, sehingga angka laju pertumbuhan COVID-19 berkurang dan akhirnya pandemik berakhir.

Baca Juga  Pemkab Sumedang-Perhutani Akan Manfaatkan Hutan untuk Kembangkan Potensi Wisata

Dikatakan, petugas selain memberikan sanksi berupa denda uang, mereka juga melakukan edukasi dan sanksi berupa hukuman lain seperti push up.

Iwa, meminta warga masyarakat untuk bersabar dan tetap diam di rumah jika tidak urgent, dalam rangka memutus mata rantai, dan pandemic segera berakhir.

Iwa sendiri sempat melakukan monitoring ke sejumlah Kecamatan termasuk ke Kecamatan Paseh Kabupaten Sumedang bersama Camat Paseh, Beni Satriaji. Mereka mengunjungi beberapa Desa di wilayah Kecamatan Paseh untuk melakukan monitoring sekaligus patroli kewilayahan.

Baca Juga  Menteri Sosial Tri Rismaharini Pastikan Keluarga Korban Tanah Longsor Cihanjuang dapat Santunan

“Kami dari pihak Kecamatan maupun Desa selalu berupaya semaksimal mungkin untuk menyadarkan sekaligus mengingatkan masyarakat tentang pentingnya protokol kesehatan 5M. Selama PPKM Darurat ini, Satgas Covid Kecamatan dan Desa rutin menggelar patroli baik siang maupun malam untuk memonitor mobilitas masyarakat. Jika masyarakat lebih berdisiplin, maka keberhasilan PPKM Darurat ini akan lebih terasa,” ujar Beni. ***

Tinggalkan Balasan