Bupati Sumedang Keluarkan Kepbup HET Gas LPG 3 Kilogram Rp19.000

Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, Herman Suryatman, saat pertemuan dengan sejumlah agen dan pangkalan LPG 3 kilogram, dari semua kecamatan di Kabupaten Sumedang di Aula Tampomas, PPS, Jumat, 24 Februari 2023
Iwan Rahmat/SO/SUMEDANGONLINE
Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, Herman Suryatman, saat pertemuan dengan sejumlah agen dan pangkalan LPG 3 kilogram, dari semua kecamatan di Kabupaten Sumedang di Aula Tampomas, PPS, Jumat, 24 Februari 2023

SUMEDANGONLINEBupati Sumedang, Dony Ahmad Munir mengeluarkan Keputusan Bupati (Kepbup) Sumedang Nomor 133/2023 terkait harga eceran tertinggi (HET) gas LPG ukuran 3 kilogram atau Si Melon yakni sebesar Rp 19.000.

“Kepada agen dan pangkalan agar HET sampai di masyarakat itu Rp 19.000, tidak boleh lebih. Apalagi ada informasi dari teman-teman harga dasar dari Pertamina Rp 11.650 berarti ada ruang Rp 7.750 sehingga kebangetan kalau ada yang menjual diatas itu,” kata Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, Herman Suryatman, saat pertemuan dengan sejumlah agen dan pangkalan LPG 3 kilogram, dari semua kecamatan di Kabupaten Sumedang di Aula Tampomas, PPS, Jumat, 24 Februari 2023 Pernyataan ini juga disampaikan di hadapan 21 agen dan beberapa pemilik pangkalan gas LPG 3, sekda meminta agar agen dan pangkalan tidak mematok harga lebih dari HET.

Baca Juga  Tanggap Darurat Berakhir, Lanjut Sosialisasi Relokasi Pengungsi ke Huntara

Dalam kesempatan pertemuan itu, juga telah disepakati, Pemkab Sumedang akan membuat tim pengawas distribusi LPG 3 kilogram agar tidak melampaui HET. Maka jika ada yang terbukti melanggar akan ditindak tegas.

Baca Juga  Wabup Erwan Kunjungi Penyandang Disabilitas di Desa Hegarmanah

“Ada aturan dari Kementrian ESDM bahwa pangkalan 80 persen harus langsung diterima masyarakat. Kalaupun ada warung, toleransinya 20 persen, tapi tetap dengan ketentuan HET Rp 19.000 tidak boleh lebih,” tegas Herman.

Baca Juga  Lurah Cipameungpeuk Sumedang Ajak Warganya Hidup Bersih dan Sehat

Oleh karena itu, Herman meminta para agen maupun pangkalan harus mengikuti apa yang diamanatkan bupati di Kepbup tersebut.

“Karena ini barang penting, diatur dalam UU perdagangan dan menteri ESDM dan ditetapkan oleh Kepbup. Jadi harus dipahami oleh pelaku usaha supaya masyarakat mendapatkan harga yang terjangkau dan mudah didapatkan,” katanya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin menerima update terbaru dari SUMEDANGONLINE OK TIDAK